01 TAc diremikanTribratanewsJatim.com: Dirlanlantas Polda Jatim, Kombes Pol Verdianto meresmikan dan Sosialisasi Pos Pelayanan Terpadu Penanganan Korban Kecelakaan Lalu Lintas “ Traffic Accident Center” (TAC), yang berlangsung di halaman parkir RS Bhayangkara HS Samsoeri Mertojoso – Polda Jatim, Selasa (1/12/2015). Keselamatan merupakan salah satu prinsip dasar penyelenggaraan transportasi di Indonesia dan prinsip seringkali tidak sejalan dengan apa yang terjadi di lapangan. Hal ini diindikasikan dengan semakin meningkatnya jumlah serta fatalitas korban kecelakaan. Dikatakan, berdasarkan laporan yang dikeluarkan Kapolri tahun 2010, jumlah kematian akibat kecelakaan lalu lintas skala nasional mencapai 31.234 nyawa. Yang artinya dalam setiap satu jam terdapat antara 3 – 4 orang meninggal akibat laka lantas di jalan, ini diperkirakan 2,9 – 3,1 % dario total PDB Indonesia. Sementara di wilayah Jawa Timur, pada tahun 2014, jumlah kematian laka lantas mencapai 5.573 nyawa, jumlah pelanggaran 1.090.907. Jumlah sebanyak ini naik 18,16 % dibanding tahun 2013 sebesar 923.284 pelanggaran. Dijelaskan, permasalahan keselamatan tidak hanya dihadapi dalam skala nasional, tapi menjadi masalah global setiap tahun, terdapat 1,3 juta nyawa meninggal dunia akibat laka lantas atau lebih dari 300 nyawa perhari. Hal ini, jika tidak ada langkah langkah penanganan segera dan efektif, maka diperkirakan korban laka lantas meningkat dua kali lipat setiap tahunnya. Dalam rencana umum nasional keselamatan (RUNK) sesuai dengan Inpres Nomor 4 tahun 2004 terdiri dari 5 pilar keselamatan, yakni manajemen keselamatan jalan (safer management), jalan yang berkeselamatan (safer road), kendaraan yang berkeselamatan (safer vehicle), pengguna jalan yang berkeselamatan (sager people) dan penanganan pasca kecelakaan (post crash). Sejalan dengan program “Nawacita” dan “Runk” di bidang keselamatan, maka Ditlantas Polda Jatim bekerjasama dengan BPJS dan PT Jasa Raharja pada tahun 2015 membuat program pelayanan penanganan laka lantas terpadu (TAC). Program ini merupakan implementasi dari program 5 Runk, yaitu penanganan program pasca kecelakaan lantas dan penjaminan korban laka lantas yang dirawat di Rumah Sakit. Selain itu, kegiatan itu merupakan bentuk upaya kemanusiaan secara bersama oleh 3 pilar, yakni Kepolisian, BPJS, dan PT Jasa Raharja. Tujuan dari program ini adalah terwujudnya peningkatan kualitas pelayanan dan penanganan korban laka lantas dan angkutan jalan serta penyelesaian santunan kecelakakan lalu lintas dan angkutan jalan secara terpadu . Hadir pada acara tersebut antara lain pejabat utama, Kepala RS Bhayangkara dan Kepala PT Jasa Raharja cabang Utama Surabaya. (mbah heru)