26 smart G Polres TrenggalekTribratanewsJatim.com: Perkembangan individu (anak dan remaja) berlangsung terus menerus dan tidak dapat diulang kembali. Masa remaja merupakan masa yang rentan terhadap perbuatan-perbuatan yang kurang baik diakibatkan sikap mereka suka mencoba-coba pada hal baru. Dalam perjalanannya, usia anak/remaja memiliki karakteristik yang khas seperti rasa ingin tahu yang tinggi, percintaan, pencarian jati diri, pengakuan dan sebagainya yang merupakan proses alamiah masa transisi dari masa anak-anak menuju kedewasaan.

Masalah muncul ketika pada proses tersebut tidak ada pengendalian atas diri individu yang berimplikasi pada diri sendiri dan orang lain. Tingkat streesing anak/remaja yang cukup tinggi terkadang diluapkan pada hal-hal negatif, bahkan mengarah pada tindak kriminal seperti bolos sekolah, mabuk-mabukan, pelanggaran lalu lintas, balap liar, merokok, tawuran, narkoba dan seks bebas.

Data menyebutkan bahwa 3% dari keseluruhan pelajar tingkat SD sampai SMA melakukan kenakalan remaja di lingkungan sekolahnya. Bolos sekolah menempati posisi pertama sebanyak 62%, merokok 21% dan yang memprihatinkan adalah 5% diantaranya kedapatan menyimpan video porno di HP mereka.

Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Trenggalek yang menangani tindak pidana perempuan dan anak menunjukkan bahwa anak dan remaja baik sebagai pelaku maupun korban mengalami peningkatan cukup signifikan setiap tahunnya. “Tahun 2015 ini kasus terbanyak adalah persetubuhan 15 kasus, 7 kasus kekerasan atau perkelahian, 4 kasus narkoba  dan 7 sisanya adalah pencurian,” ujar Kasatreskrim Polres Trenggalek AKP Suwancono, SH.

Apabila menilik data diatas, jelas bahwa permasalahan kenakalan anak/remaja baik sebagai pelaku maupun korban bukanlah permasalahan sepele. “Ini seperti puncak gunung es yang tidak terlihat dipermukaan. Data tersebut bisa jadi 3 atau bahkan 10 kali lipatnya karena orang tua lebih memilih untuk menyelesaikan secara kekeluargaan,” ungkap Ady Saputro, M.Pd. seorang pemerhati pendidikan di Trenggalek.

Tidak hanya soal kriminalitas, pada kasus kecelakaan lalu lintas, pelajar menduduki peringkat ke-2 sebagai pelaku mencapai 21%. Demikian pula dengan usia pelaku dimana rentang usia 16-25 tahun mencapai 24 %, hanya berpaut 3% dari usia 31-40 tahun. Ini membuktikan bahwa usia pelajar yang masih mencari jati diri, rasa ingin tahu yang tinggi dan menunjukkan eksistensi sangat rentan menjadi pelaku laka lantas.

Data diatas membuktikan bahwa, usia pelajar ikut berperan mempengaruhi tingginya angka kriminalitas, kenakalan remaja, kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas. Oleh sebab itu diperlukan sebuah upaya kongkrit dari seluruh stakeholder yang menaungi anak dan remaja tak terkecuali Polri dan komponen masyarakat lainnya.

Belum lagi menyongsong MEA (Masyarakat Ekonomi Asean), dimana kebijakan ekonomi pemerintah yang membebaskan tenaga kerja masuk ke Indonesia, sedangkan satu sisi yang lain masyarakat dituntut untuk berdaya saing dengan pekerja asing yang memiliki kompetensi lebih tinggi. Dampaknya adalah akan banyak para orang tua lebih memilih bekerja ke luar negeri sebagai TKI/TKW. Hal ini membawa dampak pula pada tumbuh kembang anak. Hak anak untuk mendapatkan kasih sayang dan tempat bersandar dari orang tua menjadi terabaikan. Akibatnya berpengaruh pula pada tingkah laku, karakter dan kepribadian anak.

Berdasarkan kajian tersebut, Kapolres Trenggalek AKBP I Made Agus Prasatya, SIK, M.Hum berupaya membuat terobosan inovatif dengan sasaran anak dan remaja khususnya di Kabupaten Trenggalek.

“Harus ada solusi kongkrit dari berbagai pihak untuk menekan angka kenakalan remaja sehingga terbentuk generasi muda masa depan yang beriman, tangguh, cerdas dan berkepribadian bangsa,” ujar Made Agus.

Apa itu Smart-G ?

Program inovatif terbaru yang dicetuskan oleh Kapolres  Trenggalek diberi nama “Smart-G” atau Smart Generation yang berarti generasi pintar. Huruf “G” disini bisa juga diartikan sebagai akronim dari Galek yang berasal dari kata Trenggalek. Smart sendiri merupakan anonim “Selamatkan Masa Depan Anak Dan Remaja Trenggalek. Sesuai dengan namanya, tema yang diangkat adalah bagaimana upaya-upaya yang dapat dilakukan oleh seluruh pihak untuk menekan kenakalan remaja, meningkatkan kedisiplinan dan ketertiban berlalu lintas, dan menghindarkan dari bahaya narkoba sekaligus sebagai media pembelajaran untuk lebih memahami tentang tertib lalu lintas dan bahaya narkoba.

Apa saja kegiatan Smart-G ?

Kegiatan Smart-G tidak berdiri sendiri melainkan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek. Semua kegiatan haruslah mengandung unsur edukasi bagi anak-anak dan pelajar. Ada beberapa kegiatan yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan anak diantaranya:

  1. TK/Paud

Sesuai dengan sasaran pelajar TK/Paud, maka kegiatan yang dilaksanakan pun mengikuti pola pikir anak TK/Paud yang mudah dipahami dan berkisar pada pola pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Atas dasar itu, dipilih kegiatan yakni lomba mewarnai dan panggung boneka anak-anak.

  1. SD/MI

Seperti diketahui bersama bahwa Pocil (Polisi Kecil) Polres Trenggalek berhasil menyabet juara harapan 1 lomba Pocil tingkat Polda Jatim. Oleh sebab itu program Pocil ini perlu dikembangkan kembali tidak hanya ditingkat Polres melainkan sampai ke tingkat Polsek jajaran. Artinya tiap Polsek harus memiliki minimal 1 (satu) peleton. Nah pocil masing-masing Polsek inilah yang dilombakan ditingkat Polres. Lomba Pocil ini bertujuan untuk memberikan pendidikan disiplin sejak dini kepada anak.

Selain Pocil juga akan dilombakan PKS antar sekolah tingkat SD. Sama halnya seperti Pocil, masing-masing Polsek harus mendidik, melatih dan membimbing siswa SD dimasing-masing Kecamatan. bedanya adalah kalau Pocil lebih ke perform baris berbaris, sedangkan PKS yang ditampilkan adalah keterampilan pengaturan lalu lintas.

  1. SMP/Mts

Untuk pelajar SLTP disiapkan kegiatan Saka Bhayangkara. Mengapa saka Bhayangkara? karena giat kepramukaan lebih flesibel dan bisa menjangkau seluruh aspek permasalahan yang akan diangkat sesuai dengan tujuan program ini. Konsep kegiatan adalah berupa kegiatan outbound sehari dengan tema tertib lalu lintas, kenakalan remaja dan bahaya narkoba. Dalam pelaksanaannya bisa bekerjasama dengan Kwarcab Pramuka Trenggalek. Adapun giat outbound ini dikhususkan untuk pelajar SLTP.

  1. SMA/SMK/MA

Dengan pertimbangan pola pikir pelajar SLTA yang mulai berkembang, ditambah dengan wawasan dan pengetahuan tentang baik buruk serta kemampuan untuk mengambil keputusan dan menyelesaian masalah, maka untuk pelajar tingkat SLTA, kegiatan lebih diarahkan kepada hal-hal yang bersifat ilmiah namun tidak meninggalkan unsur menyenangkan dan menggugah kreatifitas, antara lain :

  1. lomba esai dengan tema kenakalan remaja, bahaya narkoba serta tertib lalu lintas;
  2. lomba foto dengan tema Polisi Idaman. Pada lomba ini tidak hanya mengacu pada tehnik fotografi dan estetika saja, tetapi lebih dikedepankan pesan apa yang akan disampaikan;
  3. lomba orasi dengan tema kenakalan remaja, bahaya narkoba serta tertib lalu lintas;
  4. road show Smart-G. Kegiatan ini dalam bentuk konvoi pelajar. Tujuannya adalah memberikan contoh, dan penguatan kepada pelajar tentang tatacara berkendara yang baik dan aman (Safety Riding).
  5. ESQ Riding

Selain berbagai lomba, juga digelar pembinaan dan penyuluhan secara terpadu dari satuan fungsi Kepolisian bekerjasama dengan dinas pendidikan, BNNK Trenggalek dan berbagai instansi terkait lainnya. Penyuluhan ini akan dilaksanakan secara berkesinambungan di berbagai sekolah di seluruh Kabupaten Trenggalek.

Kapan dimulainya Smart-G ?

Program ini dilaksanakan selama 3 bulan mulai Januari sampai dengan Maret 2016.

Bagaimana cara berpartisipasi dalam Smart-G ?

Bagi pelajar yang ingin bergabung atau mengikuti kegiatan Smart-G, disilahkan datang langsung ke Polres Trenggalek di Jalan Brigjen Soetran No 6 Trenggalek, Call Centre : 081 21 110 110 dan Facebook Polres Trenggalek.

Smart-G merupakan salah satu upaya yang digagas oleh Polres Trenggalek. Tidak hanya kepada anak dan remaja, tetapi juga aspek lainnya seperti orang tua, guru dan masyarakat lainnya untuk bersama-sama menyelamatkan masa depan anak dan remaja di Kabupaten Trenggalek tercinta ini. Demi suksesnya program ini, Polres Trenggalek mengharapkan doa restu dan dukungan para pelajar, pemuda, tokoh masyarakat dan semua pihak guna  membangun Trenggalek yang lebih baik. (tgl/mbah heru)