Tanpa pemahaman dan pemberdayaan geopolitik, Indonesia akan tetap menjadi bancaan bagi kolonialisme global. Indonesia cuma menjadi wadah dari medan pertempuran, tempat perebutan para adidaya khususnya dua skema global yang kini tengah merembes, membelit dan hendak ditancapkan secara permanen di Bumi Pertiwi.

Skema di atas meliputi:

Pertama, dari arah Timur bertajuk One Belt One Road (OBOR). Dan sejak 2016 diubah istilahnya menjadi Belt and Road Initiative (BRI); dan

Kedua, dari Barat bernama One Government One System (OGOS), atau banyak sebutan lain tetapi yang populer bernama New World Order atau Tata Dunia Baru.

Maka isu-isu bermodus demonologi (politik) yang ditebar segelintir anak bangsa, entah by accident akibat ketidak-pahaman mereka atas kondisi yang tengah berlangsung, atau faktor opportunis, ataupun by design karena mereka bagian —komprador asli— dari kedua skema di atas. Bunyi narasinya tetap, bahwa mereka adalah “para penari” atas tarian gendang yang ditabuh asing di lingkaran dua skema tersebut. Inilah yang faktual terjadi secara masive dan sistematis, kecuali beberapa skenario kedua skema dimaksud out of controlakibat ada irisan skema lain (di luar kedua skema) tanpa mereka sadari

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here