Bacasaja.net – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional hadir dalam Rapat Intern Wakil Presiden RI, guna membahas tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua, dan Papua Barat pada hari Senin (15/02/2021) di Istana Wakil Presiden.

Program Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Papua Barat, mengacu pada Inpres No.9 Tahun 2020 serta arahan dari Presiden Republik Indonesia dan arahan Wakil Presiden selaku Ketua Dewan Pengarah Tim Koordinasi Terpadu Percepatan Pembangunan Kesejahteraan Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.

Arahan Bapak Wakil Presiden tersebut menyoroti 4 hal. Pertama, perlunya pendekatan terpadu dalam mengelola Papua guna menciptakan kepercayaan (trust) bagi Negara. Kedua, perlunya Program/Kegiatan Terobosan yang bersifat quick wins. Ketiga, penguatan Tim Koordinasi Terpadu Percepatan Pembangunan Papua. Arahan ini disampaikan Bapak Wakil Presiden pada tanggal 16 Desember 2020.

Keempat, Bapak Wakil Presiden menyampaikan arahan akan Perlunya langkah-langkah khusus dalam menghadapi isu-isu strategis yang berkembang di publik Papua termasuk aspek Polhukam. Hal tersebut disampaikan pada hari Kamis, 28 Jan 2021.

”Quick Wins 2021-2022 berdasarkan sektor strategis yang tersebar di 7 wilayah adat, yaitu: Papua Pintar/Unggul, Papua Sehat, Papua Mandiri, Papua Tersambung, Papua Terang, Papua Berkarya, Pappua Bangga,” ujar Menteri Suharso seusai menghadiri rapat internal.

Selanjutnya Menteri Suharso menambahkan, Program Papua Pintar akan difokuskan pada: (1) Pembangunan Sekolah berpola Asrama di beberapa titik; (2) Beasiswa Afirmasi LPDP, ADEM dan ADiK, dan Bidik Misi;(3) Penguatan Kebijakan Guru; (4) Penguatan Pusat Kajian bertaraf Internasional di UNIPA dan UNCEN; (5) Pendirian Pusat Kajian Keanekaragaman Hayati Bertaraf Internasional di UNIPA dan Kebudayaan di UNCEN.

Baca Juga: Kapolresta Tangerang Kota Buka BIMTEK Kehumasan

“Salah satu titik pembangunan sekolah berpola asrama adalah di Kabupaten Nduga. Hal tersebut dilatar belakangi oleh IPM Kabupaten Nduga tahun 2019 sebesar 30,75 dengan angka harapan lama sekolah sebesar 3,29 tahun, Angka melek huruf usia 15 tahun keatas di Kabupaten Nduga sebesar 53,26%, TK-SD-SMP-SMA Satu Atap Kenyam Kabupaten Nduga saat ini memiliki 120 pengajar dengan rincian 5 guru TK, 52 guru SD, 56 guru SMP, dan 7 guru SMA,” ujar Menteri.

Manfaat dari program tersebut antara lain, Sekolah satu atap TK-SD-SMP-SMA berpola asrama di Distrik Kenyam Kabupaten saat ini menampung sekitar 500 anak yang berasal dari beberapa kecamatan seperti Kecamatan Jigi, Kecamatan Mugi, Kecamatan Mumbulyama, dan Kecamatan Nulkuri Yal. Sekolah ini juga menampung anak-anak dari pengungsian Kabupaten Nduga, sekaligus sebagai tempat pengungsian anak-anak pada saat suasana kurang kondusif, Rencana pengembangan sekolah satu atap berpola asrama diharapkan dapat meningkatkan tingkat melek huruf dan angka harapan lama sekolah di Kabupaten Nduga.

“Adapun target pemerintah pada tahun 2021 dan 2022 yaitu, Rencana peningkatan sekolah pola asrama satu atap TK-SD-SMP-SMA terdiri atas, pembangunan ruang kelas dan sarana prasarana sekolah lainnya, Surat Komitmen Pemda dan penyediaan biaya operasional asrama, Pembangunan rumah kepala asrama, Pengadaan jaringan listrik dan internet serta Sewa pesawat Wamena-Kenyam dan Jayapura-Kenyam,” lanjut Menteri.

Selanjutnya, instansi atau pelaksana dari pengembangan sekolah bepola asrama di Kabupaten Nduga akan dimandatkan kepada, Pemerintah Provinsi Papua, Pemerintah Kabupaten Nduga, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, dan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral.

Baca Juga: Menuju Surabaya Bangkit

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here