Bacasaja.net – Telah terjadi kontak senjata antara Satgas Nemangkawi dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua terjadi di Mile 53, Minggu (28/02/2021) waktu setempat. Dalam kejadian tersebut diketahui bahwa KKB yang melakukan penembakan terlihat menggunakan senjata dengan jenis M 16 dan AK-47.

Dengan menggunakan drone KKB setelah mengalami kontak senjata, melarikan diri ke hutan, serta dari pantauan terlihat 1 KKB tergeletak di tempat.

Dalam operasi tersebut satgas Nemangkawi 2021 TNI tiba di titik penyeberangan Kalikabur (Kawat Sling) yang dibuat oleh pendulang sebagai akses penyeberangan. Pada malam hari sekitar pukul 20.40 WIT para personil melakukan istirahat malam.

Para Personil Gabungan Ops melanjutkan kembali perjalanan dengan melakukan penyisiran di wilayah tersebut. Saat dalam perjalanan operasi, personil menemukan seorang jenazah dengan jenis kelamin Laki – laki tergeletak di depan Camp, dan kemudain dilanjutkan dengan olah TKP secara langsung.

Pers Satgas Tindak Nanggala dan Blukar melakukan parimeter guna dilakukan olah TKP. Namun, saat Olah TKP berlangsung terjadi sedikit gangguan tembakan oleh KKB. Diduga tembakan tersebut berasal dari ketinggian, yang mengakibatkan Olah TKP menjadi tidak sempurna.

Setelah dilakukan investigasi secara akurat di lapangan, terkait identitas jenazah kepada dua terdakwa anggota KKB (MM dan OM), bahwa jenazah tersebut adalah Feri Elas yang merupakan penembak KKB Makodam III Timika.

Ditemukan juga barang bukti 1 (satu) buah tas yang berisi 7 buah HP beserta barang bukti lainnya.

INFO LAPANGAN

Berdasarkan info lapangan, bahwa terdapat 2 orang yang tewas dalam kejadian Kontak tersebut. Diantaranya FERRY ELLAS, 35 Th, Anggota TPN-OPM pimpinan JONI BOTAK dan HERI YAKOB NEWEGALEM, 26Th, Anggota TPN-OPM pimpinan JONI BOTAK.

Pada hasil pencocokan wajah, ditemukan kemiripan antara korban dengan foto Ferry Elas yang ada pada database. Serta yang menjadi kuatnya data pencocokan yaitu atribut yang digunakan mirip dengan yaang ada di foto.

Ferry Elas juga terlibat dalam kasus penyanderaan guru dan kasus pidana pencurian HP korban, pada tanggal 22 Februari 2020 di Kampung Jagamin Distrik Tembagapura. Namun korban dilepaskan setelah dilakukan negosiasi oleh tokoh masyarakat.

Baca Juga: Pengedar Sabu Ditangkap Polisi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here