Bacasaja.net – Syekh Abu Hamid bin al-Qadhi Muhammad Ilyas al-Qandali al-jawi merupakan seorang diantara para ulama besar asal Nusantara yang menulis karya dalam bahasa Arab dan dicetak di Timur Tengah pada akhir abad ke-19.

Merujuk pada nisbat yang terdapat pada akhir namanya, yaitu al-Qandalî, sosok Syekh Abu Hamid atau Wali Hadi berasal dari daerah Kendal, Jawa Tengah. Adapun judul kitab karya beliau yang dimaksud adalah “al-Salsal al-Madkhal fî ‘Ilm al-Sharaf” dalam bidang kajian ilmu morfologi Arab (ilmu sharaf).

Dalam buku “Mekka” yang ditulis Snouck Hurgronje (1888), disebutkan jika sosok Wali Hadi Kendal menjadi representasi wilayah Jawa Tengah sebagai salah satu daerah di Nusantara yang memasok para ulama besar yang punya pengaruh di Makkah pada akhir abad ke-19 M.

Selain Wali Hadi, sosok ulama asal Jawa Tengah lainnya yang dimention oleh Snouck adalah Syekh Ma’shum bin Salim al-Samarani asal Semarang (pengarang kitab Hasyiah Tasywiq al-Khallan ‘ala Syarah al-Âjurumiyyah), juga Syekh Muhammad Shalih bin ‘Umar al-Samarani atau yang dikenal dengan Syekh Soleh Darat.

Snouck juga menyebut jika kitab “al-Salsal al-Madkhal” karya Wali Hadi Kendal tersebut telah dicetak pada tahun 1885. Kemungkinan kitab tersebut dicetak di Makkah oleh al-Mathba’ah al-Miriyyah al-Ka’inah bi Makkah al-Mahmiyyah, sebuah percetakan resmi milik pemerintahan Turki Usmani. Snouck menulis:

أما منطقة قندال فيبرز دورها العلمي أيضا من خلال كتاب أبي حامد محمد في علم التصوف والنحو، والذي طبع في عام 1885

(Adapun daerah Kendal, maka peran intelektualnya juga tampak pada dua buah kitab karangan Abu Hamid Muhammad dalam bidang ilmu tasawuf dan tata bahasa Arab, yang dicetak pada 1885)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here