Bacasaja.net – Musibah ledakan bom bunuh diri yang terjadi di depan Gereja Katedral Makassar merupakan suatu perwujudan yang salah dalam memahami agama yang tidak mendalam.

Beberapa tokoh masyarakat sempat menilai bahwa polisi dan intelijen perlu memperkuat deteksi dini jaringan terorisme. Kemajuan teknologi yang semakin pesat menjadi sarana yang dimanfaatkan oleh jaringan terorisme.

“Kemajuan teknologi informasi juga dimanfaatkan oleh jaringan-jaringan teroris. Sehingga makin membuat sulit upaya deteksi dini aparat intelejen dan kepolisian,” kata Luqman Sekretaris Gerakan Sosial dan Kebencanaan DPP Partai PKB.

Menurut dia, menanggulangi gerakan jaringan teroris ke depan perlu dengan menumbuhkan kembali kesadaran warga terhadap kewaspadaan aksi terorisme. Sehingga, masyarakat peduli dengan keamanan di lingkungannya sendiri.

Agar hal ini bisa diwujudkan, kata Luqman, perlu kerja sama antara Kementerian Agama (Kemenag), TNI, Polri, dan organisasi masyarakat (ormas) di akar rumput. Kemenag punya penyuluh agama, TNI dengan Babinsa, dan Polri dengan Babinkamtibmas.

“Dengan sinergi yang bagus, kelak bisa dipastikan negara ini mampu melakukan pencegahan dan penindakan aksi terorisme dengan kuat di tanah air,” kata Luqman.

Baca Juga: Pelaku Bom Bunuh Diri Makassar Tewas, Jasad Menyatu Dengan Motor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here