Bacasaja.net –¬†Indeks perdagangan terbesar Wall Street sempat melemah pada hari Selasa (6/4/2021) yang pada hari sebelumnya sempat mencapai pada level tertinggi dan mencapai rekor.

Dikutip dari Reuters, Rabu (7/4), Dow Jones Industrial Average turun 96,95 poin, atau 0,29 persen menjadi 33.430,24, S&P 500 kehilangan 3,97 poin, atau 0,10 persen menjadi 4.073,94 dan Nasdaq Composite turun 7,21 poin, atau 0,05 persen menjadi 13.698,38.

Pelemahan tersebut terjadi ketika data tenaga kerja AS tengah menunjukkan tren positif. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan per Februari 2021 jumlah lowongan pekerjaan di AS naik ke level tertinggi dalam dua tahun terakhir, begitu pula dengan tren perekrutan tenaga kerja yang tercatat meningkat. Selain itu aktivitas di sektor jasa juga naik ke rekor tertinggi pada bulan Maret.

Di sisi lain Dana Moneter Internasional menaikkan perkiraan pertumbuhan global menjadi 6 persen tahun ini dari sebelumnya yang diproyeksi sekitar 5,5 persen. Proyeksi ini merupakan pertama kalinya sejak tahun 1970-an.

Langkah-langkah stimulus fiskal dan moneter yang besar serta program vaksinasi yang cepat telah mendorong S&P 500 dan Dow ke level rekor. Meski demikian, beberapa investor tetap khawatir tentang kemungkinan kenaikan inflasi dan kenaikan pajak.

Selain itu, negara lain juga masih kesulitan menahan virus corona. Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan pada hari Selasa bahwa negara tersebut menghadapi gelombang ketiga yang sangat serius.

Di sisi lain, saham Snap Inc melonjak 5,12 persen setelah Atlantic Equities meningkatkan kepemilikan sahamnya pada perusahaan tersebut.

Saham Norwegian Cruise Line Holdings Ltd juga melesat 4,61 persen setelah perseroan mengkonfirmasi akan mulai berlayar di luar Amerika Serikat dari Kepulauan Karibia dan Yunani pada Juli. Ini artinya kapal pesiar mereka akan kembali memulai perjalanan setelah jeda selama setahun yang disebabkan oleh pandemi.

Volume perdagangan di Wall Street mencapai 9,65 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata perdagangan saham selama 20 hari terakhir sebanyak 12,39 miliar saham.

BACA JUGA: Sekolah Tatap Muka di Jakarta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here