14 Sandal Lafal Allah DibakarTribrata.newsJatim: Anak pemilik perusahaan PT Pradipta Perkasa Makmur (PPM), Lim Long Hwa, benar-benar menyatakan tidak mengetahui dan tidak ada unsur kesengajaan dari pihaknya terkait sandal yang terdapat lafal Allah. Sandal yang sudah diproduksi selama setahun ini, mesin cetak sandalnya diimpor dari negeri China.

“Desain untuk mesin sandal itu saya pesan dari China. Begitu mesin sudah  tiba, maka langsung dilakukan proses pembutan sandal, namun saya tidak mengtahui kalau hasil cetaknya bisa seperti ini terdapat lafal Allah,” kata Lim Long Hwa kepada wartawan di sela pemusnahan 10.000 sandal berlafal Allah di halaman kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, Jalan Masjid Al Akbar Timur 9, Surabaya, Selasa (13/10/2015).

Lim Long Hwa hanya mengetahui kalau produk sandal tersebut bermerek Glacio dan harga jual seharga Rp 10 ribu per pasang. “Saya nggak tahu kalau ada produksi kayak begini berlafal Allah. termasuk Quality Control juga nggak tahu bisa begini. Kami tahunya dilapori oleh distribusi,” lanjutnya.

Begitu mendapatkan protes dari para konsumen, pihak perusahan PT PPM melakukan pengecekan yang ternyata hasilnya benar. “Dari sini saya langsung menghentikan pembuatan sandal, dan sekali lagi saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada saudara muslim di seluruh Indonesia dengan ketidaksengajaan perusahaan kami membuat sandal ini,” ujarnya.

Pernyataan senada disampaikan sama Irhamto kuasa hukum PT Pradipta Perkasa Makmur. “Memang benar-benar tidak tahu dan tidak ada unsur kesengajaan,” katanya.

Dikatakan, kliennya melakukan pemesanan mesin cetak sandal ke China dan tidak tahu hasilnya terdapat lafal Allah. “Saya tidak bisa mengembalikan, sebab pemesanan ini tidak bisa dikembalikan ke China. Jadi barang yang sudah dikirim tidak bisa dikembalikan lagi. Ya kalau di Indonesia bisa return. Apalagi pemesanan mesin cetak sandal di China harganya juga lebih murah,” terang pengacara yang juga bergerak di bidang HaKI.

Sementara itu, Wagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menanggapi adanya temuan sandal berlafal Allah di beberapa daerah di Jatim. “Kami berharap jangan sampai ada lagi ditemukan sandal bertuliskan/berlafadz mirip Allah yang sempat membuat masalah dan keresahan di masyarakat. Dan ini yang terakhir dan jangan ada lagi kasus serupa,” tandasnya, Selasa (13/10/2015).

Gus Ipul mengaku sudah mendengar kabar yang awalnya ramai dibicarakan di sosial media tersebut dan mendapat informasi dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim.

“KH Mutawakkil Alallah (Ketua PWNU Jatim) sudah menghubungi saya dan memusnahkan sandal-sandal itu. Dan bahkan PT Pradipta Perkasa Makmur, kata dia, juga sudah mengakui sekaligus meminta maaf atas hasil produksi sandal yang desainnya cenderung menimbulkan keresahan publik tersebut,” lanjutnya. (mbah heru)

Foto: Pemusnahan 10.000 sandal berlafal Allah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here