2 okSemerusatu.com: Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Timur telah membongkar sindikat narkoba jenis ganja dan sabu-sabu serta ekstasi yang dikendalikan dari tiga lembaga pemasyarakatan (lapas) yakni Lapas Madiun, Malang, dan Pamekasan.

“Dari sembilan tersangka, kami menyita 2,730 kilogram sabu-sabu, 22,540 kilogram ganja, dan 3.400 butir ekstasi yang nilai totalnya mencapai Rp6 miliar,” kata Kepala BNN Jatim Brigjen Sukirman, Senin (2/11/2015).

Didampingi Kabid Pemberantasan BNN Jatim AKBP Bagijo Hadi Kurnijanto dan sejumlah penyidik BNN Jatim, Jenderal Polisi berbintang satu itu mengatakan,  pihaknya sengaja mengejar pengedar dan bandar untuk melakukan pencegahan peredaran narkoba.

“Para tersangka itu membentengi diri dengan CCTV dan juga membawa lima bondet untuk menghindari aparat, namun kami akhirnya dapat menyita sejumlah narkoba yang mampu menyelamatkan 12.000 generasi muda itu,” katanya.

Kesembilan tersangka yang ditangkap adalah Rudianto dan Zaenal (kurir 180,18 gram sabu-sabu), lalu Mat Seli (kurir 2.050 gram sabu-sabu dan 3.400 butir ekstasi), dan Razali bin Yusuf (kurir sabu-sabu dari Aceh, Jakarta, dan Malang via pesawat udara yang tertangkap saat membawa 500 gram sabu-sabu).

Selain itu, Nurul Santoso bin Djamroji alias Bunder (kurir 500 gram sabu-sabu dari Razali di Malang), dan kelompok Nova yang meliputi Nova dan tiga rekannya dengan narkotika dari Jakarta dan Aceh. “Nova sendiri merupakan PNS Pemkab Magetan yang mencoreng citra birokrasi,” katanya.

2 Narkoba (2)Kelompok Nova meliputi Nova Anca Yudi Burnia alias Nova bersama Nico Dimas Irwan yang membawa dua kardus ganja berisi 22.540 gram), Ika Rahmawati (penerima satu kardus ganja dari Nova yang berisi 15 bal seberat 14.030 gram), dan Edi Suwono alias Yanto (penerima satu kardus ganja dari Nova yang berisi 9 bal seberat 8.510 gram).
“Jadi, secara keseluruhan ada 2,730 kilogram sabu-sabu, 22,540 kilogram ganja, dan 3.400 butir ekstasi yang nilai totalnya mencapai Rp6 miliar, karena itu kami berharap pihak Lapas melakukan langkah agar tak terulang,” lanjutnya.

Awalnya, pihaknya menangkap tersangka Rudianto yang sedang transaksi di SPBU Jalan Jemursari Surabaya pada 16 Oktober 2015 pukul 20.00 WIB, lalu dikembangkan ke Perum Griya Amerta Permata, Candi, Sidoarjo pada dua blok pada 23 Oktober 2015 pukul 13.30 WIB.
“Akhirnya dikembangkan pada dua lokasi di Malang yakni di Jalan Abdurrahman Saleh pada 25 Oktober 2015 pukul 12.00 WIB dan di Jalan Raya Kepanjen pada 26 Oktober 2015 pukul 16.30 WIB,” tandasnya.
Pihaknya menjerat para tersangka dengan Pasal 114 ayat 2 dan Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 UU 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 5-20 tahun dan denda Rp1 miliar sampai Rp10 miliar.  (eru)

  Foto: barang bukti dan tersangka tangkapan BNNP Jatim