14 revolusi mental BanyuwangiTribratanewsJatim.com: Jajaran Polres Banyuwangi melakukan revolusi mental bagi para anggotanya. Langkah  perubahan itu ditandai dengan  menggelar Emotional Spiritual Quotient (ESQ) di Gedung Bhayangkara Polres Banyuwangi di Jalan Letkol Istiqlah.

Para pejabat utama Polres Banyuwangi mulai Kabag, Kasat, Kasubag dan para Kasie mengikuti kegiatan ini, Jumat (13/11/2015) malam. Sejumlah kapolsek didampingi beberapa orang anggotanya juga mengikuti ESQ yang melibatkan Thanks Institute Indonesia (TII).

Dalam training ini para penegak hukum diajak untuk menyadari arti hidup. Mereka diingatkan mengenai usia yang terus berjalan, lalu berakhir dengan kematian. Penyadaran mental dengan langkah spiritual itu dibeberkan TII dengan menayangkan potongan peristiwa melalui slide.

Potongan peristiwa itu menggambarkan kondisi manusia saat menapaki hidup di dunia dari kecil hingga berumah tangga. Sampai akhirnya manusia itu meninggal dan berpisah dengan anak serta istrinya. Saat itu juga digambarkan bahwa keluarga, harta, maupun jabatan akan ditinggalkan saat masuk alam baka.

Usai melihat potongan peristiwa dalam slide, anggota korps baju coklat ini lantas mengikuti arahan TII untuk menjalankan permainan. Sambil berdiri para anggota polisi ini terus mengikuti permainan ESQ. Selang beberapa saat kemudian mereka duduk bersila di karpet merah lagi.

Kabagsumda Polres Banyuwangi Kompol Mustakim menjelaskan, training ini untuk merubah mental anggota kepolisian agar tidak melenceng dari aturan tribrata kepolisian. Sebab kedudukan penegak hukum selalu diawasi oleh masyakarat.

“ESQ ini dalam rangka membangun spirit baru sebagai wujud revolusi mental anggota Polri. Kepolisian sedang berbenah agar citra di masyakarat terus positif. Perubahan itu tidak hanya pada sistem, tapi juga aparatnya selaku penggerak sistem,” ujarnya.

Setelah menjalani training emosi spiritual ini diharapkan tidak ada lagi oknum polisi nakal yang mencoreng citra kepolisian. Kinerja anggota yang semula loyo bisa kembali semangat sehingga roda penegakkan hukum serta pengayoman terhadap masyakarat bisa berjalan sesuai harapan.

“Spirit perubahan itu harus terus didengungkan. Tidak hanya oleh internal, kita juga butuh TII untuk membantu melakukan revolusi mental yang diharapkan pimpinan Polri,” paparnya.

ESQ ini rencananya akan digelar selama tiga hari. Jumat malam merupakan tahap awal training ini digelar sebelum ditutup 15 November 2015 mendatang. (bwi/mbah heru)