17 banyuwangi curwanTribratanewsjatim.com: Masih ingat kasus pencurian hewan di 22 TKP yang dibongkar anggota Satreskrim Polres Banyuwangi, Kamis malam (12/11/2015) lalu? Kabar terbaru, polisi yang semula menetapkan  4 tersangka, Senin (16/11/2015) mengungkap 2 tersangka tambahan. Dua tersangka itu terkait dengan penadah hewan hasil kejahatan empat pelaku yang lebih dulu dibekuk.

Adapun identitas kedua pelaku Darkoni, warga Dusun Leces, Desa Gumuk, Kecamatan Licin dan Subroto asal Dusun Sumber Manggis, Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung. Kedua tersangka ini menguat berdasarkan keterangan keempat pelaku sebelumnya. Demikian penjelasan Waka Polres Banyuwangi Kompol I Made Danu Ardhana.

“Tersangka berjumlah enam orang. Dua orang selaku eksekutor, seorang sopir dan satu tukang survei. Dua pelaku yang terakhir tertangkap adalah penadah,” kata perwira berdarah Bali itu.

Dikatakan, peran eksekutor pencurian hewan di lapangan diperankan oleh Faisol dan Nur Hariri. Sedangkan sopir yang terlibat mengangkut hewan curian atas nama Jaelani. Untuk Ario Widyo Seno bertugas memantau situasi serta membantu mengangkut ternak ke atas kendaraan.

Sebegaimana diketahui, empat pelaku ditangkap karena diduga telah menjarah 10 ekor sapi dan 45 ekor kambing dari 22 tempat kejadian perkara (TKP). Tiga dari empat pelaku ini tercatat berasal dari Dusun Krajan, Desa Jelun, Kecamatan Licin. Nama mereka antara lain Ahmad Jaelani (46), Ario Widyo Seno (24), dan Nur Hariri (36). Untuk satu pelaku lain atas nama  Faisol (43), merupakan Dusun Salakan, Desa Kenjo, Kecamatan Glagah.

Penangkapan ini berlangsung Kamis malam (12/11/2015). Dari 10 ekor sapi petugas berhasil menemukan 2 ekor sapi sebagai bukti. Sementara dari 45 ekor kambing hasil curian hanya tersisa 8 ekor saja yang bisa diselamatkan.

Menurut Kasatreskrim Polres Banyuwangi AKP Mohammad Wahyudin Latif SIK, para pelaku secara bergantian melakukan survey lokasi. Pengamatan tersebut bisa digelar antara 3-5 hari untuk memastikan kapan aksi pencurian dilakukan.

“Sapi para korban ditarik keluar kandang menuju lokasi aman. Selanjutnya hewan curian itu diangkut menggunakan mobil Izusu Panther dan Avanza sewaan. Sebetulnya modus seperti  ini termasuk cara lama,” jelas mantan Kasatreskrim Polres Jembrana, Bali.

Sebagai sopir angkutan, Ahmad Jaelani, sangat berperan dalam proses pemindahan ternak ini. Sebelum dijual hewan hasil jarahan itu terlebih dulu ditaruh di lokasi penampungan sementara, lalu dijual ke dua penadah.

“Oleh penadah semua ternak yang dicuri dilego di pasar hewan. Lokasinya pindah-pindah karena pasar ternak di Banyuwangi lumayan banyak,” tambah AKP Latif.

Selain menyewa mobil, para pelaku saat beraksi juga menggunakan tiga unit sepeda motor. Diantara kendaraan yang digunakan untuk aksi kejahatan itu ada Yamaha Vega, Honda Beat dan RX King.

Adapun 22 lokasi yang pernah didatangi para tersangka berada di Kecamatan Glagah, Giri, Banyuwangi, Kalipuro, Kabat serta Rogojampi. Di Glagah setidaknya 14 ekor kambing dan 4 sapi milik warga yang berhasil digasak. Sementara di Kecamatan Giri cuma 1 lembu saja yang dicuri. Terkait aksi di wilayah Kota Banyuwangi setidaknya ada 12 kambing dan 1 sapi yang dibawa kabur.

Untuk Kalipuro para pelaku juga berhasil membawa lari 1 ekor sapi serta 5 kambing. Sedangkan di Kecamatan Kabat terdapat 5 domba dan 3 ekor sapi. Khusus Rogojampi ada 10 ekor kambing yang berhasil dicuri. (bwi/mbah heru)