22 BorgolTribratanewsJatim.com: Selama Zainur Ridho di tangan Darus Salam (31) nasibnya cukup memprihatinkan. Selama dalam pelarian, korban tidak dibonceng seperti anak pada umumnya.

Namun tersangka memasukkan korban dalam sarung kemudian dicangklong di leher pelaku. Supaya yang dibawa tidak kelihatan itu anak, pelaku menutupnya dengan jaket. Karena setelah laporan berlangsung ke Polsekta Tambaksari langsung disebar lewat handy talky (HT) ke seluruh jajaran Polrestabes Surabaya.

Menurut Darus Salam, saat mengawali penculikan di rumah Ploso 8/4F, korban tengah makan kerupuk dan diiming-imingi beli makanan. Tersangka yang mengaku sering ketemu Zainur Ridho langsung mau. “Anak ini sering saya ajak main jadi nggak takut dengan saya,” aku Darus Salam.

Darus Salam yang pernah mendekam di penjara selama 6 tahun dalam kasus narkoba lantas mengajak balita ini ke daerah Suramadu I(Surabaya – Madura). Tujuannya agar ibunya menemui anaknya. “Saya sudah setahun berhuhungan dengan ibunya. Ini juga anak saya,” dalih tersangka.

Lantas tersangka mengaku sangat mencintai Nasrikah sehingga apapun yang terjadi akan dilakoni. Pertemuan pertama dengan ibu balita saat diajak Miatun, temannya ke Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Dari pertemuan itu, tersangka yang belum menikah jatuh hati. Apalagi saat itu Nasrikah ada masalah keluarga. (mbah heru)