16 narkoba pil koploTribratanewsJatim.com: Peredaran obat daftar G alias pil koplo di masyakarat sangat neresahkan. Meskipun pelaku peradaran pil koplo sudah banyak yang dibekuk, namun faktanya pelaku baru bermunculan. Hal ini terus diantisipasi sekaligus tak jarang jajaran Polres Banyuwangi melakukan pengungkapan.

Tangkapan paling baru terdapat tiga tersangka yang dijaring polisi, pelaku merupakan tangkapan anggota Polsek Bangorejo. Sedangkan satu pengedar lagi hasil pengungkapan anggota Satnarkoba Polres Banyuwangi.

Barang bukti Sebanyak 26.260 butir pil trek, 1.639 dekstro, serta 920 butir tramadol berhasil diamanka, yang disita Satnarkoba Polres Banyuwangi berasal dari bandar obat daftar G asal Dusun Sampangan, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, bernama Alvian (38). Barang bukti ditemukan polisi di rumah tersangka.

Kasatnarkoba Polres Banyuwangi AKP Agung Setyabudi mengatakan, pil koplo yang mestinya diedarkan oleh apotik maupun toko obat pemegang ijin edar itu didapat tersangka dari AP selaku sales obat obatan. “ Saya tidak tahu tempat tinggal AP,” tersangka Alvian sambil menambahkan pil kopol itu dipesannya lalu  dirikim ke rumah tersangka.

Bandar besar pil daftar G ini diringkus anggota Satnarkoba sekitar pukul 22.00 WIB, Rabu (16/12/2015). Tersangka itu tertangkap selang setengah jam, kemudian Polsek Bangorejo juga sukses menangkap dua pengedar pil dekstro dan trek. Ironisnya, salah satu dari dua pelaku ini seorang perempuan.

Wanita itu bernama  Dian Nova (32) warga  Dusun Tamansuruh, Desa Bangorejo dan Fitra Oka Sugianto (22) warga Dusun Pasembon, Desa Sambirejo, Kecamatan Bangorejo. Dari kedua pelaku disita 346 butir pil dekstro, plus 46 butir pil trek.

Kapolsek Bangorejo AKP Watiyo mengatakan,  dua tersangka ini ditangkap saat berboncengan sepeda motor di kawasan Jajag, Kecamatan Gambiran. Malam itu keduanya baru saja melakukan transaksi di Dusun Gunungsari, Desa Bangorejo.

“Sengaja kami buntuti  dari Bangorejo. Rupanya arah kendaraan yang dikendarai dua pelaku menuju Jajag. Di tengah jalan kami hentikan, pas digeledah kami temukan bukti itu,” kata mantan Kasat Narkoba Polres Banyuwangi itu. (bwi/mbah heru)