PittSurabayaraya 19/12/15 : Ardian Abdullah (33) warga Jl. Plemahan Gg 10 No. 22 Surabaya, dilaporkan meninggal dunia di tempat Pijat Urat Tradisional (Pitrad 27) yang berlokasi di Jl. Petemon Timur 27 Surabaya.

Dari keterangan pegawa Pitrad 27 bernama Eko, peristiwa ini bermula saat Ardian, datang ke tempatnya Jumat (18/12) sore, sekitar pukul 16.30 WIB. Setibanya di lokasi pitrad, Ardian pun mengeluh capek dibagian punggung.

“Setelah mengeluh capek, Ardian langsung saya suruh masuk ke ruang pijat bersama salah satu terapis bernama Hany”, kata Eko saat menjalani pemeriksaan di mapolsek Sawahan Surabaya.

Saat dipijat, Ardian dalam posisi tengkurap, dan Hany memijat bagian punggung sesuai yang dikeluhkan oleh koban. Bahkan saat dipijat, korban juga sempat bicara bahwa dirinya ingin tidur. “Saya tidak tahu, saat dipertengahan proses pijat, orangnya bilang pengen tidur, tapi pas mau saya bangunkan hanya mendengkur dan tidak ada jawaban dari korban”n kata Hany pada Surabayaraya.com.

Tak lama kemudian, Hany pun memanggil Eko. Melihat kondisi Ardian yang cukup aneh, mereka pun memutuskan untuk membawa Ardian ke Rumah Sakit (RS) William Booth untuk mendapatkan perawatan.

Namun, saat sampai di perempatan lampu merah Jl. Diponegoro / Kutai korban berhenti mendengkur. Saat sampai di RS William Booth, oleh dokter korban dinyatakan sudah meninggal dunia.

Kapolsek Sawahan AKP Agus Bahari mengatakan, untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban, pihaknya sudah berkoordinasi dengan tim INAFIS Polrestabes Surabaya. “Tidak hanya mencari penyebab pasti kematian korban, kita juga sampai saat ini, memeriksa dua pegawai Pitrad 27, Eko dan Hany di Mapolsek Sawahan”, tambahnya.

Hingga saat ini, jenazah korban Ardian masih menjalani proses otopsi di Kamar Jenazah RSUD Dr. Soetomo Surabaya.***day

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here