SAMSUNG DIGIMAX A503TribratanewsJatim.com – Gubernur Jawa Timur akan melibatkan Organisasi Masyarakat (Ormas) seperti banser, pemuda muhammadiyah, serta pemuda gereja untuk menjaga keamanan dan mencegah teroris masuk kembali di Jatim dan juga di Mojokerto.

“Kita (Pemprov Jatim) sudah berkoordinasi dengan pak Kapolda bahwa pengamanan di Jatim akan diperketat tidak hanya oleh polri dan TNI, tapi juga dilibatkan seluruh elemen masyarakat dan ormas di Jatim,” ujar Gubernur Jatim, soekarwo saat ditemui usai sidang paripurna di DPRD Jatim, Senin (21/12/2015).

Lebih lanjut, selain melibatkan ormas dan elemen masyarakat, pihak Pemprov juga meminta kepada pihak Polri dan TNI untuk mengintensifkan kembali peran Babinkamtibnas agar mensosialisasikan bahaya teroris kepada masyarakat. “Kami minta kepada pak Kapolda dan pak Pangdam agar Babinkamtibnas lebih dintensifkan kembali perannya yaitu mengontrol, mendata rumah disekitarnya, agar gerak para pelaku teroris ini bisa dipersempit lagi,” lanjutnya.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat di Jatim agar tetap waspada dan menjaga kondisi keamanan dilingkungannya masing – masing. Apabila ada gerak – gerik dari tetangganya atau warga asing yang mencurigakan agar segera melaporkan kepada petugas Babinkamtibnas TNI/Polri. Sebelumnya, terduga teroris yang ditangkap tim Densus 88 Antiteror di sebuah Rumah Terapi di Jalan Empunala, Kelurahan Balongsari, Kecamatan Magersari, kota Mojokerto, Jawa Timur berencana meledakkan bom saat perayaan natal dan tahun baru nanti.

Sasarannya, gereja-gereja dan markas aparat, baik Polri maupun TNI. Empat terduga teroris yang berhasil diamankan dalam waktu yang hampir bersamaan, Sabtu (19/12/2015) malam, tiga ditangkap di Mojokerto dan satu lagi digerebek di wilayah Gresik. Yang tak kalah mengejutkan, mereka aliran Jamaah Islamiyah (JI) dan tergabung dalam jaringan teroris Alqaedah. (mbah heru/uma)