Pers Realese Terssangka Jambret oleh Wakasat Reskrim dan Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya
Pers Realese Terssangka Jambret oleh Wakasat Reskrim dan Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya

Surabayaraya 30/12/2015 : Unit Resmob Polrestabes Surabaya berhasil membekuk ZA (30) warga Jalan Tambak Asri. Residivis ini ditangkap setelah melakukan serangkaian aksi perampasan di kota Surabaya.

Bahkan ZA berserta komplotannya tersebut sudah puluhan kali melakukan aksinya.
Wakasatreskrim Polrestabes Surabaya, Kompol Manang Soebeti menjelaskan penangkapan tersangka berawal saat petugas mendapat laporan masyarakat. Setelah mendapat laporan tersebut polisi terus mencari komplotan ini. Akhirnya setelah melakukan penyelidikan, polisi berhasil menangkap ZA yang juga sebagai otak dari pelaku perampasan tersebut.
“Kami berhasil menangkap tersangka di rumah kosnya di kawasan Tambak Asri pada Selasa (29/12),” ungkapnya.

Manang juga menjelaskan dalam menjalankan aksinya ZA tidak beraksi sendiri melainkan dibantu tiga temannya yakni PR, UC dan WW (DPO). Sementara dalam menjalankan aksinya keempat pelaku menggunakan dua sepeda motor, milik WW dan UC yang sekaligus menjadi joki.

Sementara PR dan ZA bertugas sebagai eksekutor.“Meski satu komplotan namun mereka jarang melakukan aksinya bersama, kebanyak mereka mencari sasaran masing-masing,” jelasnya.

Nah, setelah mereka mendapatkan hasil perampasan,”lanjut Manang, mereka baru berkumpul di sebuah tempat untuk membagi hasil perampasan mereka. Semua hasil kejahatan mereka dibagi rata.

Manang juga menjelaskan terdapat sepuluh lokasi yang biasanya mereka gunakan untuk menjalankan aksinya. Diantaranya, Jalan HR Muhammad, Jalan Mendut, Jalan Diponegoro, Jalan Kalianak, Jalan Bubutan, Jalan Kapasan, Jalan Ahmad Yani, Jalan Demak dan Jalan Diponegoro.

Sementara itu, kepada polisi ZA mengaku sudah hampir tiga tahun menjalankan aksinya. Awalnya dia bersolo karir dengan menjambret sendirian, namun sering gagal. Bahkan dia juga sempat tertangkap dan dipenjara. Namun setelah keluar penjara dia merekrut dan membentuk komplotannya tersebut. Hal itu dilakukan untuk mempermudah aksinya.
“Mereka merupakan teman ngopi saya, ya kebanyakan mereka ikut saya karena butuh uang. Dan saat saya tawarin pekerjaan itu, mereka mau,” ungkap tersangka.

Tidak hanya mengamankan tersangka, polisi juga mengamankan beberapa barang bukti berupa 15 tas perempuan yang berisikan, domper, KTP, kosmetik, SIM, kartu ATM. Barang bukti tersebut merupakan hasil kejahatan mereka selama ini.***Ars

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here