29 Kapolda anev 2TribratanewsJatim.com: Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di jajaran Polda Jatim mengalami penurunan drastis dibanding tahun sebelumnya. Angka penurunan di tahun 2015 cukup fantastis, yakni 822 persen.
Angka curanmor di tahun 2014 mencapai 3.745 kasus dan berhasil ditekan hingga tinggal 2.923 kasus.

Turunnya angka kejahatan itu setelah Polda Jatim menginstrusikan kasus tersebut adalah kasus atensi. Karena curanmor sangat  meresahkan masyarakat dan beberapa korbannya meninggal dunia akibat dipukul pelaku.

Kapolda Jatim Irjen Pol Drs Anton Setiadji, menegaskan turunnya angka curanmor dan kejahatan lain, tidak lepas dari kerja keras polisi. Setiap hari Polres jajaran menerapkan penempatan anggota Reskrim di penggal jalan di beberapa akses yang dianggap rawan.

“Anggota juga kerap melakukan patroli sehingga membuat jera pelaku. Tidak itu saja, penempatan mobil patroli di jalanan sepi dengan rotator menyala,” kata Irjen Anton, Jumat (1/1/2016).

Mantan Kapolda Sulsel, mengatakan peran masyarakat juga banyak membantu pengungkapan dan penggalan curanmor di daerah. Selain itu, masyarakat juga lebih sigap untuk mengamankan daerah atau barangnya sendiri.
“Kami kira masyarakat sudah bisa mengantisipasinya sendiri.¬† Mulai pemasangan kunci ganda dan kunci rahasia,” tandasnya.

Irjen Anton mencontohkan kejadian pencurian kendaraan bermotor yang melibatkan peran masyarakat. Beberapa waktu lalu terjadi pencurian mobil Toyota Yaris di wilayah Polsek Gayungan, Polrestabes Surabaya.

Setelah dilaporkan ke polisi dan diteruskan ke sebuah radio swasta, masyarakat (pengguna jalan) yang mendengarkan radio lantas membuntuti dan mengkoordinasikan dengan Polres Mojokerto. Pelaku dan penadah berhasil ditangkap di Jalan Raya Pacet.

“Kami salut atas partisipasi masyarakat dalam memerangi dan mencegah kejahatan. Mudah-mudahan masyarakat kian berani dan terbuka,” imbaunya.

Sesuai catatan yang ada, angka pencurian dengan pemberatan (Curat) juga turun 460 persen. Tahun 2014 angka curat mencapai 3.840 kasus dan tahun 2015 berhasil ditekan menjadi 3.380 kasus. Pencurian biasa juga menurun. Tahun 2014 sebanyak 1.927 kasus dan tahun 2015 menjadi 1.580 kasus. (mbah heru)