15 Buwas 1TribratanewsJatim.com: Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komisaris Jenderal Polisi Budi Waseso (Buwas), menyampaikan alasan kenapa lebih menonjolkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk diminta bantuan memberantas peredaran narkotika.

Alasannya, bahwa narkotika berbahaya karena merusak generasi secara massif. Pengaruhnya bisa meruntuhkan negara di masa akan datang. “Bagi TNI, musuh negara harus diberangus,” kata Waseso saat menyampaikan pengarahan di kantor BNN Provinsi Jatim di Surabaya, Jumat (15/1/ 2016).

Selain itu, lanjut Waseso, TNI digandeng agar ilmu kemiliteran yang diperoleh personel tentara bisa segera diterapkan secara nyata di lapangan. “Karena tentara sudah lama latihan perang, tapi belum perang-perang,” kelakar Buwas.

Hal itu, lanjutnya, juga bisa menekan potensi permusuhan ego sektoral TNI dan Polri, sebagaimana sering terjadi bentrokan antara anggota TNI dengan Polri di beberapa daerah. “Karena kelamaan latihan gak nemu-nemu musuh,” tandasnya.

Ke depan BNN, kata Budi Waseso,  akan bersikap buas kepada para bandar narkotika. Sebab, Indonesia hingga saat ini menurutnya menjadi pangsa pasar terbesar se Asean. “Jadi ini bukan main-main. Karena itu daripada senjata di BNN kedaluarsa, kami pakai saja buat nembak bandar,” tandasnya.

Waseso menganggap BNN selama ini masih gagal memberantas narkotika. Banyaknya jumlah pengguna narkotika yang direhabilitasi menjadi penanda. “Rehabilitasi itu banyak karena gagalnya pencegahan. Karena itu ke depan prioritas BNN adalah pencegahan,” ujarnya. (mbah heru)

Foto: Kepala BNN Komjen Budi Waseso dan Kepala BNNP Brigjen Sukirman