TndesSurabayaraya 15/01/16 : Diberi kepercayaan memegang jabatan sebagai sales marketing merangkap bagian penagihan di perusahaan distributor makanan dan minuman ringan PT. Trijaya Indo Pratama (TIP), tidak dimanfaatkan dengan baik oleh G-A, lelaki asal Jl. Jelidro Sambikerep Lakarsantri. Malahan G-A menggerogoti perusahaan berkantor di Jl. Manukan Kulon itu, sebesar Rp 189 juta.

Kapolsek Tandes Kompol Tahiruddin Harahap mengatakan, penggelapan yang dilakukan pada bulan Desember 2015 lalu. Modusnya, G-A yang sudah setahun bekerja, memanfaat cela dengan membuat nota faktur fiktif. Selanjutnya, tersangka berpura-pura menggunakan nota itu, untuk meng-order barang. Setelah barang berhasil dikeluarkan, lalu dikirimkan ke para pelanggan.

“Namun oleh tersangka tidak dikirimkannya ke pelanggan, melainkan dijual sendiri ke toko-toko. Sedangkan uangnya masuk ke kantong pribadinya. Tidak terasa, uang perusahaan yang digunakan tersangka mencapai Rp 189 juta. Untuk menutupi uang yang sudah terpakai, tersangka akhirnya membayar dengan memakai uang hasil penjualan yang seharusnya disetorkan kepada kantor,” ungkap Harahap, Rabu (13/1) kemarin.

Setahun kemudian, perbuatan tersangka akhirnya terbongkar. Ini setelah pihak perusahaan melakukan audit tahunan. Diketahui, ternyata banyak tagihan ke pelanggan, maupun order barang yang masuk ke perusahaan belum terbayar.
Selain itu, dilihat dari faktur yang masuk semuanya atas nama G-A. Tersangka G-A pun didesak atasannya untuk mempertanggung-jawabkan perbuatannya dan mengaku. Tidak terima dengan kelakuannya, sehingga melaporkannya ke Polsek Tandes.***day

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here