21 lumajangTribratanewsJatim.com: Berkas perkara pemeriksaan terhadap kasus Lumajang Jawa Timur dinyatakan sempurna (P 21) oleh Kejaksaan. Kamis (21/1/2016) sebanyak 27 pelaku yangterlibat kasus itu dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya.
Pengiriman tahanan itu menggunakan 3 mobil dan mendapat pengawalan ketat dari anggota Polda Jatim.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes RP Argo Yuwono membenarkan pengiriman ke 27 tahanan kasus Lumajang ke Kejari Surabaya. “ Setelah tersangka dan baran bukti diterima di sana (Kejari Surabaya). Kemudian para tersangka itu dikirim ke Polda Jatim sebagai tahanan titipan,” kata Kabid Humas, Kamis (21/1/2016).

Sedang jadual sidang belum ditentukan di mana, apa di Lumajang atau di Surabaya. “Yang jelas sidang di mana saja tidak ada masalah,” lanjut Argo Yuwono.
21 Lumajang 1

Sebagaimana diketahui, sebagian para tersangka itu terlibat kasus pembunuhan terhadap Salim alias Kancil (52) di Dusun Krajan II. Mereka lalu menculik Salim dan dibawa ke Balai Desa Selok Awar-Awar. Korban Salim dianiaya secara brutal. Penganiaya mengikat tangan Salim, kemudian memukulinya dengan menggunakan batu, pentungan, dan senjata tajam.

Jenazah Salim kemudian dibuang ke jalan dekat makam Desa setempat. Korban ditemukan tergeletak tengkurap di tengah jalan yang diapit areal tebu. Saat ditemukan, tangannya masih terikat.

Setelah Salim Kancil dibunuh, beberapa orang juga menganiaya Tosan (51) dari Dusun Persil. Meski saat itu Tosan berhasil kabur dalam kondisi terluka parah.Kemudian korban Tosan dirawat di rumah sakit di Malang dan akhirnya sumbuh.
21 Kabid Humas

Kronologinya, peristiwa yang terjadi Sabtu (26/9/2015) pukul 06.00 WIB itu bermula dari rencana demonstrasi warga penolak tambang pasir di pesisir Pantai Watu Kecak di desa setempat.

Pada Minggu (27/9/2015) para yang terlibat kasus pembantaian warga Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, yang menentang penambangan pasir. (mbah heru/boby)

foto: Para tahanan Polda Jatim yang akan dilimpahkan ke Kejari Suarabaya