16 ops tumpas tabesTribratanewsjatim.com: Dalam rangka menyelesaikan operasi Kepolisian dengan Sandi “Tumpas Narkoba Semeru 2016”, Polrestabes Surabaya. Dalam operasi yang digelar selama 12 hari, Polrestabes Surabaya dan Polsek Jajaran berhasil mengungkap 76 kasus yang terdiri dari 20 kasus TO (target operasi) dan 56 kasus non TO (bukan target operasi). Diamankan 94 tersangka terdiri 92 laki-laki dan 2 perempuan. Kapolrestabes Surabaya, Kombespol Drs. Iman Sumantri, M.Si didampingi Waka Polrestabes Surabaya, AKBP Denny dan Kasat Reserse Narkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Donny Adityawarman, SIK, Msi, Selasa (16/2/2016) menjelaskan, kasus yang ditangani oleh Polrestabes Surabaya dan Polsek Jajaran sebagai berikut: Polrestabes Surabaya 26 Kasus, Polsek Bubutan : 1 kasus, Polsek Tandes : 1 kasus, Polsek Benowo : 1 kasus, Polsek Pakal : 3 kasus, Polsek Sukomanunggal : 4 kasus, Polsek Wonokromo :  1 kasus, Polsek Wonocolo : 3 kasus, Polsek Lakarsantri : 5 kasus, Polsek Sawahan : 2 kasus, Polsek Jambangan : 2 kasus, Polsek Gayungan :2 kasus, Polsek Genteng : 5 kasus, Polsek Karang Pilang : 1 kasus, Polsek Tegalsari : 1 kasus, Polsek Dukuh Pakis : 1 kasus, Polsek Wiyung : 1 kasus, Polsek Gubeng : 4 kasus, Polsek Rungkut : 1 kasus, Polsek Tambaksari : 2 kasus, Polsek Tenggilis Mejoyo : 3 kasus, Polsek Sukolilo : 4 kasus, Polsek Simokerto : 1 kasus dan Polsek Mulyorejo : 1 kasus Barang bukti yang berhasil diamankan Polrestabes Surabaya selama gelaran Operasi Tumpas Semeru 2016 ini meliputi 139,568 gram sabu-sabu, 508,5 butir ekstasi, 1700 butir H.5, 10,78 gr ganja, Pil Double L sebanyak 146 butir dan 4 butir obat keras. Selain mengamankan sejumlah Narkotika dan Obat-obat terlarang, Satuan Reserse Narkoba juga berhasil mengungkap sebuah Pabrik atau Home Industri di daerah Driyorejo yang tidak memiliki ijin untuk memproduksi Bahan Kosmetik berupa Sabun. Terkait hal tersebut diamankan sejumlah barang bukti berupa 742 Kotak Sabun RDL warna Kuning, 1300 Kotak Sabun RDL Warna Merah, 1550 lembar Plastik, 74 Batang Sabun RDL, 55 Pak Sabun Batang dan Nota Pengiriman serta Mesin Pembungkus Sabun. Dari sekian banyak pengungkapan kasus narkoba tersebut Modus Operandi yang sering digunakan pelaku yakni transaksi melalui pengiriman Paket. Dalam kesempatan yang sama, Kapolrestabes Surabaya menyampaikan banyak terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat yang turut membantu keberhasilan anggotanya dalam mengungkap peredaran Narkoba di wlayah Hukum Polrestabes Surabaya ini. ” Tanpa adanya informasi dari masyarakat, mustahil polisi bisa mengungkap kasus Narkoba sekian banyak,” Kapolrestabes Surabaya. (tbs/mbah heru)