15 dor lagi gubengTribratanewsjatim.com: Lagi, polisi tembak penjahat. Buktinya Polsek Gubeng, menembak kaki kanan seorang tukang kaca yang nekad membobol pos satpam SD Muhammadiah, Surabaya. Adalah MS (39) harus digiring anggota Crimer Hunter Polsek Gubeng. Tersangka warga jalan Bulak Banteng gang Bhineka ini di tembak kaki kanannya saat kabur usai mencuri handphone satpam SD Muhammadiah Jalan Pucang Anom. Tersangka beraksi dengan temannya yang kini masih buronan, Senin (15/2/2016). Ceriteranya, malam itu pelaku berboncengan naik motor mencari sasaran. Saat di pos satpam SD Muhammadiah Jalan Pucang Anom, pelaku melihat satpam sedang tidur dan handphonye tergeletak di meja. Tersangka kemudian masuk dengan memanjat pagar, dan berhasil mengambil handphoene. Namun saat kabur menaiki pagar, handphone korban berbunyi dan membuat tersangka panik. Bunyi handphone membuat korban bangun mencari handphonnya. Korban akhirnya tahu,  kalau handphonenya dicuri. Satpam tersebut kemudian mengejar tersangka. Aksi kejar kejaran ini, diketahui oleh petugas Crime Hunter Polsek Gubeng yang tengah patroli. Melihat pelaku kabur dengan melawan arus, petugas memberi tiga kali tembakan peringatan. Karena tembakan peringatan tidak digubris dan tak ingin buruannya kabur, polisi menembak kaki tersangka.Tersangka jatuh dari motornya, sementara temannya bernama Ruslan berhasil kabur. “ Kami mengejar pelaku yang saat itu ngebut  di jalanan dengan jalan melawan arus dan kami berhasil meringkusnya setelah kami tembak kakinya. Saat ini kami masih memburu temannya yang kabur. Indentitasnya sudah kami ketahui, tinggal menangkapnya,” kata AKP I Made Wasa  Kanit Reskrim Polsek Gubeng. Saat ini, tersangka sangat menyesali perbuatnya. Tersangka mengaku, hanya ikut dan bertugas sebagai joki. Pelaku mencuri handphone karena butuh uang karena sudah tak ada pekerjaan lagi. Sebagai tukang kaca dan berstatus bapak dua anak ini, tak punya uang karena sudah tak ada order lagi memasang kaca. “ Kerja jadi tukang kaca lagi sepi dan tidak ada lagi pekerjaan,” katanya. Kini, Senin (15/2/2016) akibat perbuatanya, tersangka harus mendekam dibalik jeruji  besi di Mapolsek Gubeng. (tbs/mbah heru)