21 mucikari 1Tribratanewsjatim.com: Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polrestabes Surabaya berhasil membongkar praktik prostitusi online sales promotion girl atau SPG kelas atas. Polisi menggerebek SPG itu di kamar hotel berbintang, saat sedang melayani tamunya dan mucikari yang tertangkap sedang hamil 6 bulan. Dalam Penggerebekan yang dilakukan oleh Unit PPA Polrestabes Surabaya, polisi mendapati seorang sales promotion girl atau SPG berinisial M-D (21) warga Surabaya yang sedang melayani tamunya di Kamar Hotel Nomor 28. Polisi langsung mengamankan gadis tersebut dan memeriksa barang bawaan yang ada di dalam tas.Dari dalam tas MD, Polisi mendapati satu kotak alat kontrasepsi serta satu kantong plastik jamu tradisional yang biasa digunakan sebelum berhubungan badan. Tidak hanya itu, polisi juga mengamankan handphone milik MD yang diduga digunakan untuk berkomunikasi dengan SW mucikari yang memiliki banyak jaringan SPG kelas atas. Sementara MD mengaku, dirinya dibayar Rp.1 juta melalui transfer, apabila tamu atau pemesan jasa esek-esek itu sudah mentranp sfer uang penuh ke rekening sang mucikari. Berbekal keterangan dari MD, polisi terus melakukan pengembangkan Kasus ini dan langsung menuju ke rumah mucikari SW yang berlokasi di jalan Klakah Rejo kecamatan Benowo Surabaya. Setelah ditangkap, SW mucikari penyedia SPG kelas atas itu langsung menjalani pemeriksaan di ruang penyidik unit perlindungan perempuan dan anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya. Mucikari itu Sabtu (20/2/2016) mengaku, dimintai tolong teman untuk membantu para SPG apabila ada yang ingin memesan jasa esek-esek, dari pengungkapan kasus ini polisi mengamankan barang bukti berupa uang tunai 700 ribu rupiah bukti transfer pembayaran untuk SPG, 4 buah handphone satu serta bill pembayaran kamar hotel. Akibat perbuatannya mucikari SPG kelas atas ini terancam bakal melahirkan di penjara, lantaran dijerat dengan pasal 2 undang-undang nomor 21 tahun 2007 tentang memperdagangkan orang dan atau mempermudah dilakukannnya perbuatan cabul dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara atau denda maksimal 600 juta rupiah. (tbs/mbah)