22 gondol emasTribratanewsjtim.com: Unit Resmob Sat Reskrim Polrestabes Surabaya berhasil meringkus dua ibu-ibu yang menggasak kalung emas di oko emas di salah satu Mall di Surabaya.

Dua pelaku yang berhasil diamankan Polrestabes Surabaya berinisial AN (35) ibu rumah tangga asal Jombang. Pelaku diamankan polisi bersama rekannya SN (30) asal Madiun.

Keduanya disergap jajaran Resmob Polrestabes Surabaya, setelah dilaporkan oleh pemilik toko emas Swan Diamond PTC (Pakuwon Trade Center) yang kehilangan kalung emas putih 10 gram. Pelapor mencurigai kedua tersangka setelah melihat rekaman CCTV di tokonya.

Kedua pelaku membagi tugas secara rapi. Tersangka AN berpura-pura akan membeli kalung di toko emas tersebut, sedangkan SN bertugas untuk membuat sibuk pemilik toko untuk mengambilkan beberapa kalung untuk dipilih. Setelah pemilik toko lengah, tersangka mengambil sebuah kalung emas putih seberat 10 gram kemudian meninggalkan toko segitu saja.

Pemilik toko yang curiga kepada kedua tersangka, segera melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Surabaya dengan berbekal rekaman CCTV yang ada di Tokonya.

AKBP Takdir Mattanete Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya memerintahkan Unit Resmob untuk melakukan pengejaran. Berkat bantuan rekaman CCTV, Unit Reserse berhasil menangkap kedua pelaku di dalam Bis saat dalam perjalanan ke Jombang.

Kasat Reskrim mengapresiasi atas kecepatan respon anggotanya yang mampu mengamankan kedua pelaku dalam waktu kurang dari 24 Jam. Beliau juga menyampaikan kepada para korban lain yang mungkin ada selain dari Toko Swan ini agar melapor ke Kantor POlisi.

Kini Pihaknya masih mendalami kasus pencurian ini. Diduga kelompok pencuri ini sudah sering beroperasi di Surabaya dan tidak menutup kemungkinan juga melakukan aksi di Kota lain.

Polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti dari kedua tersangka yakni 1 lembar Data Stok Opname, 1 buah Jilbab warna hijau tua dan 1 kaca mata yang digunakan tersangka, uang tunai sejumlah 1 Juta rupiah dan rekaman CCTV.

Dari keterangan tersangka A-N, dirinya sudah lama berhenti dari kegiatan pencurian emas seperti ini sejak tiga tahun silam. Namun karena didesak oleh kebutuhan ekonomi keluarga, akhirnya pelaku bersama rekannya melakukan aksi pencurian ini lagi di Surabaya. (tbs/mbah)