20 Sabilul aliefTribratanewsjatim.com: Isu santet di Kecamatan Mayang tepatnya di Dusun Tegalgusi, Desa/Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember mendapat atensi serius dari Kapolres Jember. Kapolres Jember AKBP M. Sabilul Alif, SH, SIk, M.Si mengatakan, isu santet ini perlu mendapat penanganan serius sehingga tidak menimbulkan adanya korban nyawa. Keseriusan Kapolres ditunjukkan lewat inisiatif dengan cara memanggil langsung terduga yang memiliki ilmu santet maupun keluarga P. Khorit, yang diduga sebagai korban santet. Tidak hanya mereka, Kapolres juga memanggil Kepala Dusun, Kepala Desa, Bahbinkamtibmas dan Babinsa Desa setempat untuk melakukan pertemuan yang diadakan di ruang loby Kapolres Jember.

Hadir pula Kasat Intelkam AKP Adi Sutrisno, Kasatreskrim AKP Agus. I Supriyanto, SH, MH dan Kasatreskoba AKP Sukari, SH, MH. Kepada kedua belah pihak, Kapolres mengingatkan agar saling menahan diri, sehingga tidak timbul konflik yang bisa menyebabkan adanya korban nyawa. Untuk itu, Kapolres berpesan, terutama kepada pihak yang merasa korban dalam hal ini P. Khorit untuk menjalani tindakan medis atau melakukan pemeriksaan di dokter spesial penyakit dalam, sehingga sebab sakitnya bisa diketahui.

Kapolres juga mengajak kepada perangkat desa, Kasun, Kepala desa, Bhabinkamtibmas dan Babinsa agar bisa meredam masalah ini sehingga tidak meluas apalagi sampai adanya korban jiwa. Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, P. Omay (50) warga Dusun Tegalgusi Desa/Kecamatan Mayang nyaris dihakimi massa karena diisukan memiliki ilmu hitam(santet).

Bermula isu santet dimunculkan oleh keluarga dari Khorit (35) yang mengalami sakit selama 4 bulan. Karena kondisi fisiknya semakin lemah maka Khorit pun diantar kelurganya berobat di salah satu dokter umum di Jember. Hasil diagnosis dokter tidak mendeteksi adanya penyakit dalam tubuh Khorit sehingga Khorit dibawa pulang. Selang beberapa hari Khorit bermimpi ditemui P. Omay. Kmudian keluarga Khorit mengajak Khorit berobat di P. Omay. Pada awalnya Khorit bisa sembuh setelah diberi minum air putih yang sudah dikasih mantra dan doa oleh P. Omay.

Namun kesembuhan ini tidak berlangsung lama. Beberapa hari kemudian Kholif kembali sakit. Maka oleh keluarganya diantar lagi berobat di P. Omay. Namun pengobatan kedua oleh Khorit di P Omay tidak kunjung sembuh hingga sekarang. Keluarga Khorit pun tiba-tiba menuduh P Omay memiliki ilmu santet yang telah menyantet Khorit sehingga Khorit sulit disembuhkan. (mbah heru/umam)

Foto: Kapolres Jember