tersangka S-H saat di release di Polrestabes Surabaya
tersangka S-H saat di release di Polrestabes Surabaya

Surabayaraya 01/04/16 : Malang kian nasib Bunga (bukan nama sebenarnya), perkenalannya dengan S-H (28) seorang tukang catĀ freeline asal Banyu Urip Surabaya membawa petaka.

Sepasang Sejoli yang sudah saling kenal sejak 2014 ini awalnya jadian tanpa sepengetahuan orang tua atau backstreet. Seiring berjalannya waktu kedekatan keduanya semakin erat, betapa tidak kendati mereka menjalin asmara secara diam-diam namun kasih sayang keduanya semakin hari semakin mendalam.

Hingga pada suatu hari, entah setan apa yang membisiki pemuda ini. Tersangka S-H terbesit keinginan untuk mengajak Bunga pergi keluar kota. Awalnya Bunga merasa takut lantaran selama ini dirinya hanya mennyibukkan diri di dalam Kota Surabaya saja.

Karena terbujuk oleh rayuan tersangka S-H, Bunga akhirnya mau menuruti kemauan Pasangan yang sangat ia cintai ini. Setiba di kawasan Tretes, Pandaan Pasuruan Keduanya akhirnya menyewa sebuah kamar untuk melakukan hubungan suami istri.

Tidak hanya pada awal tahun 2015 yang lalu saja keduanya meluapkan nafsu birahinya, namun hubungan layaknya suami istri ini kerap dilakukannya hingga si Bunga Hamil 3 bulan.

Karena Malu lantaran Bunga masih berstatus Pelajar di salah satu Sekolah Menengah Pertama di Surabaya.Keduanya akhirnya dinikahkan secara Siri oleh Kedua orang tuanya. Nasib buruk seakan selalu menaungi Bunga, kendati sudah menikah secara siri dengan S-H namun kewajibannya selaku kepala rumah tangga tidak pernah dijalankannya, yakni memberikan nafkah kepada Bunga.

Karena Hal itulah menjadikan orang tua Bunga Murka, hingga akhirnya melaporkan tersangka S-H ke Polrestabes Surabaya. AKP Harun, Panit PPA (perlindungan perempuan dan anak) Satreskrim Polrestabes Surabaya menjelaskan bahwa berdasarkan laporan orang tua korban, Polisi melakukan penangkapan kepada tersangka S-H karena melakukan persetubuhan kepada anak di bawah umur.

” Kini tersangka sudah kami amankan di Mapolrestabes Surabaya untuk proses penyidikan lebih lanjut dan kepada tersangka S-H akan dijerat dengan Pasal 81 Ayat 1 UU RI No.35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman Hukuman paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun penjara”, pungkas AKP Harun.***day

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here