pasutriwnSurabayaraya 20/04/16 : Pasangan suami istri (pasutri), yang baru menikah tujuh bulan lalu, terpaksa ‘bulan madu’ di penjara. Penyebabnya, mereka ditangkap polisi setelah kompak mencopet dua buah handphone (HP) milik seorang pengunjung di Royal Plaza. Adalah SM (31) warga Jalan Wonosari Tegal, dan RF (20), asal Jalan Tambak Wedi Baru Surabaya.

Kapolsek Wonokromo Kompol Arisandi, SH, SIK didampingi Kanit Reskrim AKP Agung Widoyoko mengungkapkan, sebenarnya niat para tersangka awalnya hanya berjalan-jalan di mall. Tetapi niatnya berubah saat melintas di salah satu stan baju yang berada di lantai I. Keduanya melihat korban, Rizky (13), pelajar asal Griya Kebraon, sedang memilih-milih baju. Sementara HP yang diletakkan di dalam jaket tampak separuh terlihat keluar.

Tersangka RF yang merasa imannya sudah tidak kuat, langsung menghampiri serta memepet korban dari belakang. Lalu tangan jahilnya dengan perlahan mengambil HP. Tidak puas sampai di sini, HP korban yang berada didalam tas juga diembat. Setelah berhasil, pelaku lantas meninggalkan lokasi.

“Dua HP curian itu, kemudian diberikan kepada suaminya. Suaminya sempat terkejut dan bertanya kepada istrinya, HP milik siapa, ia malah menyuruh suaminya diam dan memasukkan telepon genggam ke dalam tas yang dibawanya,” ungkap Kompol Arisandi, Kapolsek Wonokromo.

Naasnya, korban yang mulai curiga karena saat akan mengambil HPnya, ternyata sudah raib. Pikiran dan kedua matanya spontan tertuju kepada pasutri tersebut. Sebelum kabur jauh, korban dengan cepat berlari kepada security mall yang sedang berjaga tidak jauh dari lokasi, lalu melaporkan kejadian yang dialaminya. Tidak menunggu lama, satpam kemudian menangkap pasutri itu. Saat digeledah, mereka tidak bisa berkutik karena ditemukan dua HP milk korban. Security selanjutnya menghubungi Polsek Wonokromo.

Sementara Tersangka RF dihadapan penyidik mengaku, HP yang dicurinya rencana akan dijual dan hasilnya akan dipakai membayar hutang kepada ibunya (almarhum). Hutang dilakukan sebelum ibunya meninggal dan pada waktu itu sedang sakit keras. Kebetulan saudara-saudara pada ngumpul di rumah, sehingga sekalian dinikahkan meski secara siri.

“Rencananya dua bulan mendatang, pernikahannya akan diresmikan (ramai-ramai), namun gagal gara-gara kena kasus ini,” katanya.

Sayangnya, pernikahan keduanya harus dikubur dalam-dalam. Ini setelah polisi menjeratnya pasal 363 KUHP tentang pencurian dan ancaman hukuman 5 tahun penjara.***day

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here