Kecaman ini dikibarkan lewat tagar #Malaysia dan #IndonesiaRaya di media sosial Twitter. Hingga pukul 08:30 WIB, kedua tagar ini masing-masih diramaikan oleh 141ribu dan 140ribu cuitan. Mereka berpendapat bahwa aksi tersebut tak pantas lantaran tak menghormati lagu kebangsaan negara.

Sebelumnya, media sosial (medsos) dihebohkan dengan video parodi laguIndonesia Raya, Minggu (27/12). Lirik lagu kebangsaan Indonesia itu diganti dengan kalimat-kalimat ejekan untuk Indonesia dan Presiden pertama Sukarno.

Video itu diunggah dengan gambar Garuda Pancasila yang diubah dengan gambar ayam. Kemudian ada gambar dua anak kecil yang membuang air kencing ke arah bendera merah putih.

“Matilah Jokoko, mampuslah Soekaporno, amanlah di neraka. Bangsatlah rakyatmu, hinalah negerimu, untuk Indognesial jahanam,” seperti dikutip dari video tersebut.

Salah satu tangkapan layar yang dilihat CNNIndonesia.com, video itu diunggah oleh akun MY Asean dengan lokasi di Malaysia. Pemilik akunjuga menampilkan bendera Malaysia.
Video diunggah dengan judul “Indonesia Raya Instrumental (Parody+Lyrics Video)”.

Video itu diunggah sekitar dua pekan lalu.Sekitar 44 ribu akun telah melihat unggahan tersebut.

“Luar biasa tak menghormati,” cuit akun @jujitsung.

[Gambas:Twitter]

Netizen lain meminta agar menghormati lagu Indonesia Raya, “hormati lagu Indonesia Raya dan tanah air Indonesia.”

Akun @puri_nim meminta agar warganet lain ikut melaporkan video tersebut karena tak menghormati lagu kebangsaan Indonesia.

“Saya tahu tidak semua orang Malaysia menyukai hal ini, tapi tolong siapa pun bantu…melaporkan video ini, itu tidak menghormati Lagu Bangsa kita, Indonesia Raya.”

[Gambas:Twitter]

Namun dalam pencarian pada Minggu (27/12) pukul 19.00 WIB, akun MY Asean tak dapat ditemukan. Akan tetapi video parodi Indonesia Raya itu telah diunggah ulang oleh sejumlah akun dengan berbagai bahasa.

CNNIndonesia.comhanya menemukan akun My Asean dengan huruf “Y” tidak ditulis kapital. Akun ini mengunggah tiga video, salah satunya video pembakaran bendera Merah Putih yang diunggah dua bulan lalu.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah mengatakan pemerintah menyerahkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian Malaysia.

Teuku belum memberi banyak komentar. Ia juga tak bisa memastikan apakah video tersebut dibuat dan diunggah warga negara Malaysia.

Sementara pihak Kedutaan Besar Malaysiadi Jakarta mengeluarkan pernyataan resmi bahwa kepolisian Malaysia tengah lakukan penyelidikan atas kasus ini.

Keterangan pers itu pun dirilis lewat akun Twitter Kedubes Malaysia di Jakarta, @MYEmbJKT, Minggu (27/12).

“Jika ditemukan bahwa video itu diunggah oleh seorang warga negara Malaysia, tindakan tegas akan diberikan berdasarkan hukum yang berlaku,” demikian kelanjutan pernyataan Kedubes Malaysia.

Bukan hanya itu saja, Kedubes Malaysia pun menegaskan pemerintah negeri jiran itu mengutuk segala bentuk provokasi yang bisa memengaruhi hubungan bilateral yang erat dengan Indonesia.

Seorang pengacara bernama Pitra Romadoni Nasution melaporkan dugaan tindak pidana penghinaan terhadap lambang negara, yakni Pancasila dan Presiden pertama RI Sukarno yang diduga dilakukan beberapa akunYouTube. Dia melaporkan dugaan tindak pidana itu kePolda Metro Jaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here