Bacasaja.net –¬†Beberapa waktu lalu telah viral polisi menggendong seorang nenek renta. Video tersebut sempat viral karena aksi heroik polisi berpangkat Ajun Inspektur Polisi Dua (Aipda).

Polisi itu bernama Purnomo. dirinya bertugas menyisir sebuah pasar di Jalan Raya Mantup, Puter, Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Saat dikonfirmasi oleh awak media pada Kamis (8/4/2021), Purnomo mengatakan, menemukan nenek tersebut dalam kondisi sakit yang sedang tertidur di atas tumpukan material bangunan.

Sebelumnya ia mendapat kabar dari rekannya terkait penemuan wanita tua yang diduga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Purnomo menceritakan, jika ia dihubungi rekannya tentang penemuan seorang nenek-nenek yang tidak bisa jalan.

Menurut laporan, nenek tersebut tidak bisa berjalan dengan kaki dan memiliki penambilan rambut yang acak-acakan.

“Pak ada nenek-nenek pak, kasian, usianya sudah tua, neneknya nggak bisa jalan, neneknya ngesot, tidurnya di dalam pasar, rambutnya acak-acakan, gimbal,” ujar Purnomo saat mempraktikan obrolan rekannya itu.

Kabar itu juga dibenarkan warga, yang mengatakan nenek tersebut telah ngesot (berjalan tidak menggunakan kaki) selama hampir 30 tahun lamanya.

“Informasi itu diikuatkan warga bahwasanya nenek itu ngesot selama hampir 30 tahun, dia di dalam pasar,” terangnya.

Purnomo tidak sampai hati, hingga dirinya seketika menggendong nenek tersebut untuk keluar dari ruangan gelap dalam pasar.

“Karena kondisinya yang sangat miris, dan saya juga punya ibuk, jadi seketika itu si nenek langsung saya angkat untuk keluar dari lokasi penumpukan material tersebut.

Dengan dibantu warga sekitar, nenek tersebut lantas dibawa menuju Balaidesa setempat.

Di Balaidesa, dia dimandikan dan diberi pakaian ganti.

Lantas, setelah bersih, dirinya dibawa ke rumah Purnomo.

“Kebetulan lokasi dekat dengan Balaidesa, Alhamdulillah langsung Saya mandikan, Saya mandikan di area Balaidesa, tujuannya ya (nenek tersebut) nggak mungkin Saya biarkan(begitu saja).”

“Dan setelah Saya mandikan, ganti baju, akhirnya dibawa pulang kerumah Saya.

Menurut Purnomo, nenek yang berusia sekira 90 tahun itu sebenarnya masih dalam keadaan waras dan bukan merupakan ODGJ.

Ia lantas ditanyai oleh Purnomo perihal nama dan dari mana asal dan tempat tinggalnya.

Nenek tersebut lantas menjawab, ia bernama Siti dan sebelumnya tinggal di Malang, Jawa Timur.

“Sampai dirumah Saya pastikan Mbah Siti tidak mengalami gangguan jiwa, dia sehat walafiat.”

“Sampai dirumah Saya, dia bisa diajak komunikasi, dia juga bisa makan sendiri, namun untuk buang air besar (memang) gak bisa karena dia ngesot,” ujar Purnomo.

Purnomo lantas mencoba mencari informasi di media sosial mengenai kebenaran asal Mbah Siti.

Lantas, ada seorang warga Malang yang membenarkan Mbah Siti merupakan warga Malang.

Kini sementara, Siti telah dipindahkan ke Yayasan Peduli Kasih yang berlokasi di Malang, Jawa Timur.

“Ada informasi dia benar warga Malang, Saya cari tau alamat, dan alhumdulilah Mbah Siti sekarang Saya titipkan di yayasan peduli kasih yang lokasinya di Malang,” tambah Purnomo.

Rencana Purnomo, nanti selepas lebaran, Siti akan dijemput lagi untuk diajak tingal diyayasan milik Purnomo.

Diketahui Purnomo dibantu istri dan rekan-rekannya membangun sebuah yayasan yang diberi nama ‘Berkas Bersinar Abadi’.

Purnomo juga menyampaikan, dirinya akan memenuhi kebutuhan Mbah Siti selama di Malang.

“Karena rumah yayasan Saya sempit, jadi masih dipakai ngaji buat anak-anak untuk belajar ngaji.”

“Saya juga sudah sampaikan ke Mbah Siti dan pengurus yayasan di Malang, habis lebaran Saya jemput lagi.”

“Namun selama kebutuhannya (Mbah Siti) di Malang, Saya insyaallah (yang) menanggung kebutuhannya,” papar Purnomo.

Dari kejadian ini, kini banyak warga yang memberikan informasi mengenai keberadaan orang-orang terlantar maupun ODGJ.

“Dan kejadian ini alhamdulillah banyk warga yang memberikan informasi kalo ada ditemukan orang-orang terlantar orang-orang ganguan jiwa yang terlantar,” pungkas Purnomo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here