Bacasaja.net – Puasa sudah lama terbukti bisa membuat tubuh menjadi lebih sehat. Bahkan, puasa disebut bisa memberi dampak baik secara psikis. Orang yang menjalankan puasa disebut lebih mampu dalam mengatasi stres dan depresi. itu merupakan dampak dari “belajar mengendalikan diri” selama berpuasa.

Ada kisah menarik tentang dialog antara dokter pribadi Raja Harun Rasyid dan Ali bin Husein. Dengan nada mengejek, sang dokter berkata bahwa Alquran tidak membahas ilmu kesehatan. Mendengar hal itu, Ali pun menjawab, “Sesungguhnya Allah swt mengumpulkan ilmu kesehatan hanya dalam separuh ayat dalam Quran.” “Apa itu?” tanyanya. Ali menjawab lagi, “Makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan (Qs al-A’raaf: 31).”

Sang dokter bertanya lagi, “Tapi Nabimu, Muhammad Saw tidak mengajarkan soal kesehatan?” Ali pun menjawab, “Nabiku membahas lengkap kesehatan hanya dalam satu haditsnya.” “Apa bunyinya?” tanyanya. “Manusia tidak memenuhkan suatu tempat yang lebih jelek daripada perut (lambung). Cukuplah baginya beberapa suap makanan sekadar bisa menegakkan tulang punggung. Sepertiga untuk makanan, minuman, dan pernapasan.”

Sang dokter pun terkagum-kagum dan berkata, “Ternyata Hipokrates tidak ada apa-apanya dibandingkan kitab suci dan nabimu.” Apa yang disampaikan oleh Ali bin Husein dalam kisah tersebut sesungguhnya terkait erat dengan puasa. Selain sebagai perintah bagi orang-orang yang beriman (lihat Qs Al-Baqarah: 183), puasa ternyata berdampak bagi kesehatan fisik. Adapun kesehatan fisik yang dimaksud mencakup seluruh anggota pencernaan dalam tubuh kita.

Dalam bukunya Puasa Menuju Sehat Fisik dan Psikis (2003), Syarifuddin menjelaskan, puasa sebagai upaya pelatihan diet dari pola makan yang melampaui batas dan berlebih-lebihan. Apalagi pada tubuh manusia terdapat sampah berbahaya, seperti feses (tinja), urine, dan keringat. Melalui puasa, baik puasa wajib maupun sunnah, kita justru dapat membatasi suplai makanan yang masuk ke dalam tubuh, dan mengurangi penumpukan racun di dalam tubuh.

Bahkan, seperti disampaikan oleh seorang dokter dalam acara Chatting dengan YM (Yusuf Mansur) beberapa waktu silam, puasa menjadi terapi kesehatan bagi orang yang menderita penyakit maag. Dengan berpuasa, produksi asam lambung justru mudah dikendalikan, dan insya Allah tidak akan lagi menyebabkan penyakit maag. Justru, dengan banyaknya makanan yang masuk ke perut secara berlebihan, penyakit maag akan mengganggu kerja lambung.

Sekali lagi, puasa ternyata berdampak bagi kesehatan fisik kita. Merujuk pendapat Dr. Alexis Karl, seorang doktor ahli bedah dan psikiater asal Amerika, “Puasa memiliki dampak yang jauh lebih berfaedah daripada kelemahan fisik, yaitu menormalkan denyut jantung, membakar lemak yang ada di bawah kulit, memfungsikan cadangan protein, mengurangi intensitas kerja hati, dan melestarikan keseimbangan organ-organ dalam dan kesehatan jantung.”

Baca Juga: Artikel Kesehatan di Lab Populer

Vaksinasi Injeksi Tidak Membatalkan Puasa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here