Bacasaja.net – Tingginya pemudik menjadi hal yang agak menyimpang sejak diberlakukan peraturan larangan mudik di tahun 2021 oleh pemerintah. Petugas yang bertugas di lapangan menjadi kewalahan akibat jumlah masyarakat yang masih nekat melakukan perjalanan mudik.

Hal ini diakui Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, usai meninjau Bandara Soekarno-Hatta dan Pos Penyekatan di Gerbang Tol Cikarang Barat, KM 12 Tol Jakarta – Cikampek, Rabu (12/5/2021).

Bahkan, tingginya animo pemudik membuat petugas di lapangan kewalahan dalam menjalankan tugasnya, terutama untuk menghalau pemudik di jalur darat.

“Pengendalian transportasi di sektor darat tantangannya lebih besar dibandingkan sektor lainnya, karena potensi masyarakat yang ingin mudik di sektor darat ini tinggi sekali,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip pada Kamis (13/5/2021).

Dalam beberapa hari terakhir memang masih banyak orang bepergian ke luar kota melalui jalur darat, terutama menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil atau motor.

“Oleh karenanya effort yang dilakukan rekan-rekan petugas di lapangan baik dari TNI, Polri, Dishub, KKP, Satgas, dan unsur terkait lainnya adalah suatu hal yang luar biasa. Kesabaran para petugas dalam menangani masyarakat pengguna transportasi darat pun sudah dilakukan dengan baik,” kata Budi Karya.

Tren pergerakan perjalanan bahkan diprediksi masih terus meningkat. Kemenhub memperkirakan mulai H+2 Lebaran (16 Mei 2021), atau di hari ke-11 masa peniadaan mudik akan terjadi peningkatan arus pergerakan masyarakat pasca Lebaran.

Untuk itu, Pemerintah tengah menyiapkan sejumlah antisipasi diantaranya dengan melakukan penyekatan secara konsisten dan mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan di hari yang sama.

“Ada preferensi masyarakat untuk melakukan pergerakan pada hari Minggu tangal 16 Mei 2021. Untuk itu saya minta kepada masyarakat agar tidak melakukan perjalanan di tanggal yang sama, karena hari itu pasti ada suatu konsentrasi,” demikian seruan Budi Karya Sumadi.

Untuk mengantisipasi hal itu, ia juga mengingatkan kepada para petugas di lapangan agar tetap mempertahankan konsistensi dalam bertugas melakukan penyekatan sampai masa peniadaan mudik selesai.

Sejalan dengan itu, Budi Karya mengapresiasi sinergi yang baik antar instansi terkait dalam rangka mensukseskan kebijakan peniadaan mudik tahun ini dalam rangka mencegah meningkatkan kasus positif Covid-19 di Indonesia usai masa libur Idul Fitri 1442H/2021.

“Terima kasih kepada ketua DPR, Panglima TNI, Kapolri, Menkes, Ketua Satgas, telah hadir untuk melihat langsung penerapan pengendalian transportasi di masa peniadaan mudik.

Karena dengan adanya sinergi antar Kementerian dan Lembaga ini memberikan satu warna yang baik dan kekompakan dalam menjalankan kebijakan ini,” tuturnya.

Dalam tinjauan tersebut memang turut hadir Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Ketua DPR Puan Maharani, Menkes Budi Gunadi Sadikin, dan Kepala BNPB/Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, hingga hari ini atau hari ke-7 masa peniadaan mudik, telah terjadi penurunan pergerakan manusia yang signifikan di semua sektor baik di darat, laut, udara, dan kereta api, yaitu sekitar 70-90 persen dibanding periode sebelum masa peniadaan mudik.

“Kami apresiasi masyarakat yang telah memahami maksud dan tujuan pemerintah melakukan peniadaan mudik, sehingga akhirnya mengurungkan niat untuk melakukan perjalanan mudik tahun ini,” ucapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here