Bacasaja.net – Gedung wakil rakyat di DPRD Kota Surabaya tampak lengang tidak seperti biasanya, Kamis (10/6). Meskipun sejumlah legislator masih beraktivitas, kabar yang beredar menyebutkan beberapa anggota dewan terpapar Covid-19 setelah dilakukan tes swab PCR (polymerase chain reaction) pada Selasa (8/6) lalu.

Kabar ini dibenarkan oleh Ketua DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono. Bahkan, politisi PDIP ini mengaku dirinya termasuk yang positif terpapar Covid-19. “Iya, saya positif Covid-19. Mohon doanya dan sekarang sedang pemulihan,” ujarnya ketika dikonfirmasi sebagaimana dikutip , Kamis malam (10/6).

Namun Cak Awi, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa secara umum kondisinya baik dan tidak ada gejala klinis yang signifikan. “Hanya butuh istirahat. Saya juga diberi vitamin dan beberapa obat oleh dokter,” ucap ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya tersebut.

Awi mengaku tidak tahu kronologi hingga dirinya dan beberapa rekannya di DPRD Surabaya bisa terpapar Covid-19. Sebab selama sepekan ini ada beberapa acara yang dihadiri anggota dewan, termasuk dirinya.

Terpisah, Baktiono rekan legislator dari satu partai Awi, mengakui rekan-rekannya di DPRD Kota Surabaya terpapar Covid-19. “Iya benar, tapi belum tahu berapa jumlah orangnya yang terpapar,” katanya, Kamis malam (10/9).

Terpisah, Baktiono rekan legislator dari satu partai Awi, mengakui rekan-rekannya di DPRD Kota Surabaya terpapar Covid-19. “Iya benar, tapi belum tahu berapa jumlah orangnya yang terpapar,” katanya, Kamis malam (10/9).

Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya ini mengaku dirinya juga telah melakukan tes swab PCR dan hasilnya negatif. Sebelumnya, ia sering bepergian bersama-sama dengan anggota Komisi C lain yang kabarnya juga terinveksi Covid-19. “Saya langsung swab bersama saudara Sukadar (rekan satu partai di PDI Perjuangan), tapi hasilnya negatif,” ungkap Baktiono.

Bahkan dirinya meminta seluruh anggota Komisi C untuk melakukan tes swab PCR, namun hasilnya belum keluar. “Sampai malam (10/6) ini, hasilnya masih belum dikeluarkan oleh Labkesda (Laboratorium Kesehatan Daerah, red) Dinkes Surabaya,” katanya.

Ia mengaku sudah meminta ke Labkesda untuk memberi informasi tentang berapa jumlah anggota DPRD Surabaya yang dinyatakan positif Covid-19. Namun, Baktiono mengaku Labkesda enggan memberikan data tersebut.

Selain itu dari informasi yang dihimpun Radar Surabaya, sejak pagi di gedung dewan sudah dilakukan penyemprotan disinfektan di seluruh ruangan. Tak hanya itu kabar yang beredar rencana gedung wakil rakyat ini akan di-lockdown karena ada beberapa karyawan yang juga sering PP Surabaya-Bangkalan.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, AH Thony menjelaskan, seluruh karyawan DPRD Kota Surabaya sudah di-swab di Gedung Wanita Surabaya, Kamis (10/6). Termasuk mereka yang bekerja di lingkungan gedung DPRD Kota Surabaya. “Swab itu sebenarnya rutin dilakukan untuk seluruh anggota dewan. Apalagi dengan adanya anggota dewan yang diketahui positif terpapar,” jelasnya.

Namun, terkait banyaknya anggota dewan yang terpapar Covid-19, dirinya mengaku sudah menghubungi Sekwan (sekretaris dewan) dan meminta agar untuk sementara kegiatan dewan dilakukan lewat daring. “Pelayanan terhadap masyarakat tetap berjalan normal seperti biasa. Tidak terganggu,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here