Bacasaja.net – Setelah berhari-hari dicari lantaran pergi tanpa pamit, Ni Wayan Jusni,72, akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Nenek dari Banjar Semoje, Desa/Kecamatan Pupuan, tersebut ditemukan tenggelam di Tukad Yeh Saba, Senin (14/6), sekitar pukul 11.00 Wita.

Dari hasil pemeriksaan luar ditambah visum et repertum, di pelipis kiri korban ditemukan luka. Di luar itu, tidak ditemukan adanya luka-luka lain pada tubuh korban.

Korban juga diperkirakan meninggal belum lama. Sekitar enam jam sebelum ditemukan. Karena tidak ditemukan adanya lebam mayat.

Dan dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), korban ditemukan dalam posisi memegang pohon pakis. Pohon tersebut digenggam dengan tangan kanan.

“Dugaan sementara korban terpeleset di atas batu yang licin, kemudian jatuh dan mengalami luka di pelipis kiri mata,” jelas Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu I Nyoman Subagia, yang membenarkan penemuan mayat tersebut.

Keterangan keluarga korban yang dihimpun petugas Polsek Pupuan menyebutkan, korban pergi dari rumah sejak Rabu (9/6) pagi sekitar pukul 08.30 Wita.

Waktu itu, korban pergi tanpa pamitan sama sekali. Lantaran tidak pulang seharian, keluarga korban memutuskan untuk melakukan pencarian. Upaya itu dibantu tetangga dan warga Pupuan.

Pencarian dilakukan ke tempat-tempat yang diperkirakan pernah didatangi korban. Namun setelah tiga hari dicari-cari, korban tidak kunjung ditemukan.

Kemarin siang upaya pencarian kembali dilakukan. Tidak banyak orang yang dikerahkan. Sekitar empat orang.

Mereka memulai pencarian sekitar pukul 11.00 Wita. Lokasi yang dituju adalah Tukad Yeh Saba. Dan setelah melakukan penyisiran, sekitar 15 meter mereka melihat ada orang yang terendam di sungai. Yang terlihat hanya bagian dadanya saja.

Salah seorang saksi yang melihat itu langsung berteriak minta tolong seraya berlari ke arah perkebunan kopi. Saksi bertemu dengan pencari lainnya untuk memberitahukan temuannya itu.

Usai menerima informasi tersebut, mereka kemudian sama-sama ke lokasi ditemukannya orang terendam tersebut. Sekaligus untuk memastikan apakah itu korban atau orang tenggelam.

Rupanya setelah dipastikan, ternyata itu adalah jenazah manusia. Salah seorang dari mereka kemudian menghubungi Kepala Wilayah Semoja.

Dalam olah TKP, petugas menemukan beberapa barang bukti. Diantaranya selembar kamen batik cokelat dan BH krem.

“Dua barang bukti itu ditemukan sekitar sepuluh meter dari korban. Selain itu, informasi lainnya menyebutkan korban juga sudah lama sering linglung,” pungkas Subagia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here